Madiun

Tak Terburu Songsong Tatanan Hidup Baru

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Tatanan hidup baru tidak disongsong dengan terburu. Pemkot Madiun memilih opsi pembukaan secara bertahap di berbagai bidang demi mendukung produktivitas kerja. Terlebih Kota Madiun tidak masuk dalam daftar 102 daerah di tanah air yang menjadi sasaran uji coba new normal.

Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.32/1538/401.023/2020 tertanggal 29 Mei. Tentang perubahan pertama atas SE Wali Kota Madiun Nomor 443.32/1268/401.023/2020 tentang Perpanjangan Peningkatan Kewaspadaan Covid-19. Ada beberapa poin perubahan dalam rangka menyongsong tatanan kehidupan baru.

Salah satu poin yang menjadi opsi pembukaan secara bertahap yakni bagi pengusaha rumah makan atau restoran, pedagang kaki lima, termasuk mal dan pusat belanja modern sejenisnya diperbolehkan melayani pembeli. Namun, tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dan hanya diperbolehkan buka sampai pukul 21.00. ‘’New normal ini nanti kami evaluasi dulu. Protokol kesehatan tetap harus diperhatikan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Poin selanjutnya, perpanjangan masa belajar di rumah yang semula sampai 29 Mei diperpanjang sampai 11 Juli. Siswa kembali belajar di sekolah pada 13 Juli. Finalisasi poin ini tetap mempertimbangkan situasi. Akses pendidikan dibuka kembali jika seluruh elemen di sekolah siap menghadapi siswa. Sarana-prasarana dan protokol kesehatannya disiapkan dengan betul. ‘’Penting untuk memastikan guru dan siswa sehat terlebih dahulu. Guru dan kepala sekolah akan di-rapid test dulu,’’ jelasnya.

Untuk perpanjangan penutupan diskotek, karaoke, Sunday Market, warnet, dan sejenisnya sampai 4 Juni dan diperbolehkan buka kembali pada 5 Juni mendatang. Tidak menutup kemungkinan masa penutupannya bakal diperpanjang kembali. Sebab, hingga kini belum ada petunjuk teknis (juknis) secara resmi terkait protokol kesehatan terkait dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. ‘’Untuk THM (tempat hiburan malam, Red) masih dievaluasi. Lagi pula sekarang ini ekonomi sedang susah, siapa juga yang mau ke sana,’’ tutur Maidi.

Kampung Tangguh Berbasis Masyarakat Mandiri

TIGA kelurahan di tiga kecamatan ditunjuk menjadi kampung tangguh. Tawangrejo (Kartoharjo), Nambangan Lor (Manguharjo), dan Taman. Gagasan ini untuk menciptakan masyarakat berbasis ketangguhan dalam menghadapi Covid-19. Misalnya untuk menghadapi pemudik, warga yang meninggal, termasuk masalah pangan dan sembako. ‘’Ini dari masyarakat untuk masyarakat,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa.

Dalam pelaksanaannya bakal terus dievaluasi. Jika berjalan sesuai harapan, tiga kelurahan itu bakal dijadikan percontohan untuk perluasan program. Terpenting, lewat gagasan ini masyarakat terbiasa menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan di kelurahannya masing-masing. ‘’Untuk sementara masih tiga, masing-masing kecamatan ada satu kelurahan,’’ ujarnya.

Bobby menguraikan, jumlah personel yang bertugas bervariasi. Tergantung dari masing-masing kelurahan. Dimungkinkan penambahan dari unsur relawan. ‘’Ini sudah jalan dan sudah dapat asistensi. Sekarang dievaluasi untuk perbaikan ke depan,’’ jelasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close