Tak sampai Separo Napi Lapas Ngawi Bisa Nyoblos

18

NGAWI – Para narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Klas II B Ngawi tak ketinggalan menyalurkan hak pilihnya, Rabu (17/4). Pun, pelaksanaan coblosan di TPS 21 Kelurahan Margomulyo itu secara umum berlangsung lancar. Namun, suasana sempat menegang sesaat setelah kotak suara pemilihan presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) dibuka dan dihitung. Terdapat dua surat suara dobel.

Dua surat suara dobel itu ditemukan dalam satu lipatan. Dua-duanya –empat lembar– tercoblos di pasangan capres dan cawapres yang sama. Kendati demikian, pihak KPPS setempat menampik hal itu merupakan indikasi praktik kecurangan. ‘’Lubang pencoblosan berada di titik yang sama. Selain itu, cuma satu dari yang dobel itu terdapat keterangan dan tanda tangannya,’’ jelas Nugroho, ketua KPPS setempat.

Surat suara dobel tersebut akhirnya hanya satu yang dinyatakan sah. Yakni, yang terdapat keterangan dan tanda tangan. ‘’Jumlah pemilih dan total surat suara sudah benar. Kemungkinan besar kelirunya pas pelipatan sehingga dobel seperti itu,’’ tuturnya.

Kepala Keamanan Lapas Klas II B Ngawi Irphan Dwi Sandjojo mengatakan, sebanyak 245 napi tidak dapat menyalurkan hak pilihnya lantaran terkendala berbagai hal. Antara lain, tidak terdaftar di TPS domisili. Selain itu, data napi berupa NIK maupun KK tidak muncul di dinas terkait. ‘’Pemberitahuan yang kami terima (dari KPU Ngawi) karena beberapa alasan itu,’’ ujarnya.

Data yang diperoleh wartawan koran ini, pemilih tambahan (DPTb) di Lapas Ngawi sebanyak 154. Sementara, jumlah total napi per Selasa (16/4) adalah 399 orang. ‘’Bersyukur masih dapat hak pilih,’’ kata Yadi, salah seorang napi.

Namun, Yadi cuma mendapat jatah mencoblos surat suara capres dan cawapres. Napi asal Blora itu tidak punya kesempatan mencoblos di kategori pemilihan lainnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here