Tak Rutin Gelar RAT, Enam Koperasi Terancam Tamat

71

MADIUN – Langkah tegas diterapkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Koperasi dan Usaha Mikro Kota Madiun. Sebanyak enam koperasi diusulkan untuk ditutup. Pemkot menunggu surat keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM. ’’Sebenarnya sudah kami pantau sejak lama. Koperasi-koperasi tersebut memang tidak berkembang,’’ Kata Kepala DPMPTSP Koperasi dan Usaha Mikro Kota Madiun Harum Kusumawati.

Dia mengatakan, pengurus dinilai tidak aktif. Akibatnya, aset dan omzet tidak bertambah. Padahal, pihaknya terus melakukan pendampingan. Kegiatan yang digagas berbentuk pendampingan terhadap pengurus. ’’Berdasar hasil evaluasi enam koperasi itu tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT),’’ ujar Harum.

Tak lagi aktifnya sejumlah koperasi itu disebabkan keterbatasan SDM. Seperti banyak pengurus koperasi yang telah meninggal dunia serta telah pindah keluar daerah. ‘’Sehingga tidak ada regenerasi,’’ tutur mantan kabid perdagangan itu.

Harum mengungkapkan ada dua mekanisme pembubaran sebuah koperasi. Antara lain melalui keputusan anggota dalam sebuah RAT dan dibubarkan oleh pemerintah. Kendati demikian, Harum enggan membeberkan mana saja koperasi yang sudah tidak aktif tersebut. ‘’Sejauh ini masih kami lakukan pembinaan. Tetapi, apabila dalam jangka waktu satu tahun tidak aktif juga, ya kita usulkan pembubarannya ke kementerian,’’ tegasnya.

Menurut dia, perkembangan koperasi di Kota Madiun sebenarnya cukup baik. Salah satunya tampak dari peran lembaga dalam mengembangkan usaha kecil. Berbekal dana simpan pinjam, banyak wirausaha baru terlahir. ’’Jaringan itu penting. Pengurus harus berupaya memperluas partner bisnis,’’ katanya.

DPMPTSP Koperasi dan Usaha Mikro mencatat saat ini jumlah koperasi di Kota Madiun ada sekitar 301 unit. Selanjutnya, koperasi-koperasi itu dibina secara bertahap. Mulai dari memberikan pendampingan supaya bisa menggelar rapat anggota tahunan serta dalam mengembangkan usaha koperasi untuk menyejahterakan anggota. ‘’Sebanyak 301 koperasi yang aktif ini terus kami lakukan pembinaan. Sehingga bisa melaksanakan RAT dan aktivitas usaha,’’ terang Harum.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) memang sengaja mendorong DPMPTSP Koperasi dan Usaha Mikro untuk memberikan pembinaan kepada seluruh koperasi. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan peran koperasi terhadap perekonomian masyarakat. ‘’Paling utama kami berikan pembinaan lebih dulu. Baik itu koperasi yang masih aktif atau tidak aktif dalam satu tahun terakhir,’’ ungkapnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here