Tak Mau Jadi Anak Durhaka

156

PERJALANAN hidup Rista Ajeng Rahmawati seperti roller coaster. Naik turun. Dari sebelumnya, menjadi petugas ground handling bandara Adi Soemarmo, kini banting setir sebagai tenaga honorer.

Perubahan status sosial Rista itu tak terlepas dari keinginan Siti Khotijah, ibunya. Karena si ibu tak rela hidup jauh-jauh dengan Rista. Hingga akhirnya perempuan kelahiran 29 Januari 1997 itu memutuskan resign pada 2017 lalu. ‘’Saya nggak mau jadi anak durhaka. Karena bikin orang tua khawatir terus. karena gak mau jadi anak durhaka karena bikin orang tua kawathir terus,’’ ujarnya.

Lepas dari pekerjaan sebagai ground handling, tak lantas membuat Rista mudah beranjak. Sempat beberapa bulan dia menganggur. Sebelum kemudian mendapat panggilan sebagai tenaga honorer di Dinas Kominfo Pacitan.

Hanya apa yang didapat dari pekerjaannya sekarang tak lebih besar ketika dia menjadi tenaga ground handling di Bandara Adi Soemarmo dulu. Sementara kebutuhan ekonomi membengkak.

Sebagai solusi dia mencari sambilan. Seperti membangun usaha keripik tempe dengan hasil tabungan. ‘’Lumayan ramai,’’ tutur Rista.

Hanya, belakangan usaha keripik tempe yang sempat dirintisnya itu kemudian dipasrahkan ke ayahnya. Sedangkan, saat ini, Rista mengaku beralih usaha jualan jilbab online. ‘’Kalau sekarang jadi lebih bisa ngelola uang, dulu punya uang langsung habis,’’ ujar perempuan asal Dusun Bedog, Desa Kalikuning, Tulakan itu. (mg6/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here