Madiun

Tak Bosan Soroti Peternakan

MADIUN – Sektor peternakan di kabupaten ini tak bosan-bosannya dibicarakan. Persoalan yang mengemuka berkutat urusan perizinan dan lingkungan. Pengusaha yang nekat membuka peternakan di tengah permukiman harus siap disambut penolakan. “Penutupan selama ini selain tak berizin, berada di lingkungan padat penduduk,” kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Estu Dwi Waluyani.

Tanpa memerinci jumlahnya, Estu mengklaim saat ini banyak peternakan yang pendiriannya sudah sesuai standar. Namun, pemkab tetap bakal melakukan pembinaan. Poin utamanya mengajak pengusaha mempertahankan kualitas kandang. Sehingga, bisa meminimalkan adanya konflik di lingkungan setempat. ‘’Karena kalau sudah sesuai dengan standarnya, pasti tidak akan diprotes tetangganya,’’ ujar Estu.

Sebelumnya, para pengusaha tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Tidak mendapat izin dari dinas lingkungan hidup untuk surat penyertaan pengelolaan lingkungan (SPPL) atau upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL). Juga tidak meminta rekomendasi dari disperta. ‘’Tapi, mereka langsung membuka usaha, ini yang salah,’’ tuturnya.

Padahal, pemkab sangat terbuka kepada masyarakat yang ingin membuka usaha peternakan. Tak diharapkan pula tindakan penutupan membuat pengusaha lain ketakutan. Ada baiknya konsultasi sebelum investasi. ‘’Kasihan kalau sudah habis modal banyak, tapi ditutup karena melanggar aturan,’’ ucapnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close