Tak Ada Anggaran, Pembangunan Fasilitas Olahraga Belum Prioritas

31
FASILITAS OLAHRAGA: Beberapa remaja sedang berlatih basket di alun-alun Magetan Selasa sore (20/8).

MADIUN, Jawa Pos Radar Magetan – Rencana Pemkab Magetan membangun kompleks olahraga atau sport center terus menggelinding. Seiring wacana mereka ingin membangun lapangan bola voli dan basket di sekitar GOR Ki Mageti, Stadion Yosonegoro, serta GOR bulu tangkis.

Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Magetan Ambar Setyanto mengatakan, wacana itu muncul seiring rencana pemkab akan membongkar lapangan basket di alun-alun Magetan. Sekaligus membangunkannya kembali di tempat lain. Hanya, lahan untuk lokasi pembangunan sarana prasarana (sarpras) olahraga itu belum ada titik terang. ‘’Idealnya memang dibangunkan dulu baru dibongkar,’’ katanya Selasa (20/8).

Tentu pemkab tak ingin kasus pembongkaran empat lapangan bola voli kembali terulang. Meskipun sekarang sudah ada GOR Ki Mageti, tetapi fasilitas olahraga itu dipakai untuk umum. Sehingga, terdapat prosedur yang harus dilalui.

Karena itu, beberapa opsi coba pihaknya rumuskan sebelum lapangan basket di alun-alun nantinya dibongkar pada 2020. Seperti menyediakan latihan sementara bagi para atlet basket daerah. GOR Ki Mageti sementara menjadi solusi. Kendati pemanfaatan sarpras olahraga itu harus bergantian dengan cabor lain. ‘’Kembali lagi kepada kemampuan daerah, karena kami di sini hanya sebagai pengguna,’’ ujar Ambar.

Menurutnya, lahan di sisi selatan Stadion Yosonegoro yang sekarang menjadi pasar burung itu bisa menjadi pertimbangan untuk dibangun lapangan basket dan bola voli. Tentunya para penjual burung dan kios milik mereka lebih dulu direlokasi. Tempatnya di belakang Pasar Sayur Magetan. ‘’Sangat bisa untuk dijadikan kompleks olahraga serta perluasan lahan parkir stadion,’’ terang Ambar.

Meski demikian, Ambar menyatakan rencana itu belum masuk program prioritas. Pihaknya sekadar menanggapi hasil fasilitas Bupati Suprawoto pasca pembongkaran lapangan basket di alun-alun nanti. ‘’Kami akan tetap laksanakan apa yang menjadi perintah beliau (Suprawoto, Red). Tapi, harus didukung dengan kesiapan anggaran juga,’’ tuturnya.

Namun, seandainya pembangunan lapangan basket dan bola voli terealisasi dengan memanfaatkan lahan pasar burung tersebut, tentu berdampak pada batalnya pendirian wisma atlet. Ya, rencana itu sudah diembuskan sejak kepemimpinan Bupati Saleh Mulyono. Hanya, sampai sekarang tak pernah terealisasi. ‘’Kuncinya yaitu pada program dan anggaran. Sudah diprogramkan tapi tidak ada duitnya, ya tidak bisa terlaksana. Kedua hal ini harus selaras,’’ pungkas Ambar. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here