Tahun Politik, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Keutuhan dan Rawat Keberagaman

136

PONOROGO – Tahun politik haram membuat suasana di masyarakat jadi memanas. Pesan itu ditekankan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di sela menyerahkan ratusan sertifikat tanah kepada warga Bumi Reyog di alun-alun kemarin sore (4/1).

Menurut Jokowi, beda pilihan di kontestasi politik tidak seharusnya memecah belah bangsa. Sebaliknya, keberagaman masyarakat adalah anugerah yang harus selalu dirawat. ‘’Saya titip kepada semua. Mari bersama rawat persatuan dan menjaga kerukunan serta persaudaraan,’’ kata Jokowi.

Jokowi memaparkan, penduduk NKRI saat ini mencapai 260 juta. Masyarakatnya pun sangat beragam. Terdiri 714 suku yang tinggal dan hidup menyebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Sebagai perbandingan, Jokowi menyebut Afghanistan hanya memiliki tujuh suku. Keberagaman tersebut, kata dia, harus terus dirawat agar persatuan NKRI tetap terjaga. ‘’Jangan sampai gara-gara pilbup, pilgub, atau pilpres, kita tidak saling sapa atau mengobrol lagi dengan tetangga. Salah besar itu,’’ tegasnya.

Bukan tanpa sebab Jokowi mengutarakan hal tersebut di hadapan ribuan massa yang memadati alun-alun Ponorogo kemarin sore. Pasalnya, memasuki 2019, situasi politik kian memanas. Jokowi bahkan curhat, dirinya kerap menjadi sasaran berita palsu alias hoax. Tak sekali dua dirinya dikaitkan dengan isu PKI. Padahal, isu tersebut sangat tidak logis. ‘’Banyak yang menyebut saya PKI. Selama empat tahun saya menahan diri. Sabar, sabar, dan sabar. Saya hanya diam. Tapi kali ini, saya ingin bicara,’’ ucapnya.

Jokowi lantas menunjukkan sebuah foto yang disangkutpautkan dengan dirinya. Dalam sebuah foto mantan Ketua PKI Aidit, juga tampak sosok Jokowi menghadap massa. Foto monokrom itu disebut Jokowi sangat tidak logis. Sebab, PKI dinyatakan bubar pada 1965 dan 1966. Senyatanya, Jokowi baru lahir pada 1961. ‘’Berarti waktu PKI bubar, usia saya empat tahun. Apa ya edan PKI balita?’’ tanya balik Jokowi. ‘’Anehnya, dari berbagai survei, sembilan juta orang percaya. Masyarakat harus menyeleksi informasi. Ini tahun politik, jangan sampai termakan hoax,’’ tekannya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here