Tahun Ini Pemkot Tambah 10 Unit CCTV

156

MADIUN – Pemkot kembali merogoh kocek untuk pengadaan closed-circuit television (CCTV). Tahun ini bakal ditambah 10 unit kamera pengintai model terbaru di sejumlah titik di Kota Karismatik. Total alokasi anggaran sebesar Rp 600 juta. ’’April lelang di LPSE, memang harus ditambah,’’ kata Kasi Rekayasa Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Dwi Endah Rinawati.

Dijelaskan, jumlah CCTV yang terpasang belum ideal. Saat ini baru terpasang 56 unit. Sebanyak 13 unit dalam perbaikan.  ’’Ada 4 titik simpang yang CCTV-nya rusak dan dalam perbaikan,’’ ujar Rina, sapaan Dwi Endah Rinawati.

Dia menyebut, 10 unit CCTV itu nantinya juga terkoneksi dengan control room di Traffic Management Center (TMC). ’’Kami fungsikan untuk memantau kondisi lalin secara live. Seperti saat terjadi kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas. Petugas kami yang langsung monitor dari control room,” jelasnya.

Untuk mendukung sistem tersebut, dishub menerapkan Area Traffic Control System (ATCS) atau sistem pengendali lampu lalu lintas. Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rasidi menuturkan, perangkat ATCS atau metode pengontrolan lalu lintas dengan menyelaraskan lampu merah juga akan ditambah. ’’Kami berharap, ke depan seluruh persimpangan di Kota Madiun sudah terpasang ATCS. Saat ini masih 3 titik, di perempatan Tugu, Sriti, dan pertigaan Plaza Madiun,’’ sebutnya.

Menurutnya, sistem ATCS sangat mendukung efisiensi waktu dan biaya. Karena pemantauan lalu lintas di Kota Madiun dapat langsung dipantau melalui TMC dishub maupun MC3 (Monitoring Communication and Command Center) Polres Madiun Kota. ’’Sistem ini untuk mempermudah melakukan monitoring. Kami bisa mengimbau langsung pengendara lewat command centre,’’ ujarnya.

Penerapan awal Intelligent Transport System (ITS), lanjut Ansar, berupa sebuah adaptive traffic control system sebagai upaya modernisasi ATCS yang memanfaatkan CCTV.  ’’ATCS ini sudah dilengkapi dengan kamera berputar, dua radar, dan speaker di tiap persimpangan,’’ lanjutnya.

Pihaknya menginginkan membangun suatu sistem pemantauan melalui ITS. Menurutnya, ITS ini merupakan sistem teknologi informasi, sensor, kontrol, dan komputerisasi yang terintegrasi. Semuanya akan terintegrasi dengan Polres Madiun Kota. ’’Bisa juga untuk e-Tilang ke depannya, setelah semua sistem sempurna,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Seksi Teknologi dan Informasi Polri (Sitipol) Polres Madiun Kota Mardiyanto mengungkapkan, pihaknya baru saja melakukan reaktivasi jaringan optik fiber pada sambungan CCTV.

Menurutnya, Polres Madiun Kota berupaya melakukan sinergisitas pemantauan lalu lintas yang terintegrasi langsung dengan CCTV dishub. ’’Dulu pernah aktif, tapi jaringan terputus karena terkena petir,’’ pungkasnya. (mgd/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here