Tahun Depan Gandeng Desainer Nasional

60

PONOROGO – Sederet catatan dibuat dari gelaran Batik Street Exhibition (BSE) 2019, Sabtu lalu (23/3). Tahun depan dipastikan lebih meriah. Salah satu ide yang tercetus adalah berkolaborasi dengan desainer terkemuka. ’’Sentuhan desainer yang sudah berkelas nasional sangat membantu desainer lokal. Mereka bisa menyerap ilmu dari yang sudah berpengalaman,’’ kata Kepala Dispar Ponorogo Lilik Slamet Raharjo kemarin (26/3).

Pasca-event Sabtu lalu, dispar setempat telah menggelar rapat evaluasi. Hasilnya, sejumlah catatan dirangkum. Pertama, waktu penyelenggaraan event. Menjelang akhir pelaksanaan event Sabtu lalu, hujan sempat mengguyur kawasan alun-alun. Meski antusiasme penonton tidak surut, waktu penyelenggaraan perlu dijadwal ulang supaya pengunjung pun dapat menikmati event secara maksimal. ’’Misalnya digelar di pertengahan atau sebelum akhir tahun untuk menghindari hujan,’’ ujarnya.

Kedua, terkait konsep acara. Menurut Lilik, BSE 2019 masih sangat mungkin dikembangkan lebih besar lagi. Ide-ide yang mengemuka salah satunya pelibatan desainer berkelas. Entah di tingkat nasional atau bahkan internasional. Kolaborasi tersebut diyakini Lilik kian melambungkan kelas batik Bumi Reyog. Tak hanya itu, kolaborasi tersebut juga menjadi sarana transfer ilmu kepada para desainer lokal. Akan banyak ide kreasi busana didapat para pelaku ekonomi kreatif setempat. Termasuk para pembatik Ponorogo.

’’Desainer lokal bisa menyerap banyak ilmu dan ide segar. Khususnya mengenai kreasi busana, supaya bisa semakin memaksimalkan potensi batik Ponorogo,’’ tutur Lilik.

Namun demikian, Lilik menilai BSE 2019 sudah cukup berkelas sebagai awalan. Tak dimungkiri, ratusan busana dipamerkan dalam event tersebut, hasil kreasi para desainer dan pembatik lokal. Dari luar daerah pun ambil bagian.

Sedikitnya total 105 peragawati silih berganti melangkah di Jalan Alun-Alun Timur yang disulap menjadi catwalk. Mereka memamerkan busana batik dari Ponorogo, Kota/Kabupaten Madiun, hingga sejumlah daerah tetangga lain sampai Kediri. ’’Ke depan daerah sekitar juga akan dilibatkan kembali, supaya lebih semarak. Mungkin konsepnya bisa dinaikkan menjadi rangkaian festival, dan salah satunya BSE,’’ ungkapnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here