CPNSNgawi

Tahun Depan Gaji PNS Baru Sedot Rp 8 Miliar

NGAWI – Belanja pegawai di lingkup Pemkab Ngawi bakal semakin gemuk tahun depan. Ini menyusul rekrutmen ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Belum lagi ada kenaikan gaji dari belasan ribu PNS yang ada. ’’Sudah disiapkan tapi belum bisa kami masukkan ke dalam rancangan,’’ kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Ngawi Bambang Supriyadi, Jumat (5/10).

Saat ini pihaknya telah menyusun rancangan kenaikan gaji pegawai pada 2019 nanti. Meski angkanya belum pasti, tapi Bambang sempat menyebut telah memperhitungkan kenaikannya kurang lebih 5-7 persen. Dia juga menyebut penghitungan itu sudah sesuai dengan pedoman penyusunan APBD. ’’Yang jelas tidak memberatkan, karena sudah diperhitungkan juga DAU-nya,’’ ujarnya.

Menurut Bambang, dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer oleh pusat memang diprioritaskan untuk belanja pegawai. Jika masih ada sisa, baru digunakan untuk belanja kebutuhan lainnya. Sesuai asumsi APBD tahun 2018 lalu, besaran belanja pegawai mencapai sekitar 40 persen dari total pendapatan. Artinya, jika total pendapatan dalam APBD Ngawi saat itu mencapai Rp 2 triliun lebih, porsi belanja pegawai mencapai sekitar Rp 900 miliar. ’’Untuk tahun depan masih akan dibahas lagi rancangannya bulan ini. Yang jelas gambarannya seperti itu,’’ terangnya.

Soal penambahan pegawai baru dari pengangkatan CPNS tahun ini, Bambang mengaku belum menghitungnya. Karena sampai saat ini masih belum diketahui mulai kapan pembayaran untuk pegawai baru tersebut. Tapi, dia menyampaikan, biasanya jika ada pengangkatan atau pengurangan pegawai itu sudah diperhitungkan dalam DAU. ’’Sekarang kan masih proses pelaksanaan (seleksi CPNS), jadi belum bisa menghitung,’’ tuturnya.

Namun, Bambang mengaku sudah mengambil ancang-ancang. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat untuk menyiapkannya. Menurut Bambang, jumlah yang dibutuhkan untuk membayar gaji pegawai baru nanti sekitar Rp 7-8 miliar dalam setahun. ’’Kalau dibayarkan tahun ini akan kami masukkan dalam rancangan, tapi kalau masih tahun depan berarti ya di APBD perubahan,’’ jelasnya. (tif/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close