Tahun Baru, Sarangan Hasilkan 3,69 Ton Sampah

90

MAGETAN – Kawasan wisata Telaga Sarangan sudah darurat sampah plastik. Meski kunjungan menurun, jumlah sampah justru naik. Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika sampah plastik itu tertiup angin hingga berserakan di pinggir telaga. ’’Memang ada peningkatan sampai tiga kali lipat pada momen tahun baru,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun.

Saat itu, kata dia, sampai dikerahkan 6 kontainer atau setara dengan 3,69 ton. Padahal, pada hari-hari biasa, sampah yang dihasilkan di kawasan wisata tersebut hanya 2 kontainer. Paling banyak berasal dari aktivitas hotel Merah. Ada dua hotel Merah di kawasan wisata itu. Juga dari Mbah Djo Resort. Sebab, tempat penampungan sementara (TPS) di kawasan wisata bukan hanya di Telaga Sarangan. Sedangkan wisata Telaga Sarangan dan Mbah Djo Resort masih menjadi primadona ketika liburan.’’Mayoritas sampah sisa makanan dan bungkus plastik,’’ sebut Muchlis.

Dia menyebut, kebersihan di kawasan wisata menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan. Sedangkan DLH Magetan hanya memungut sampah yang sudah terkumpul di TPS. Sampah yang menggunung di wilayah itu juga sudah diambil. Pun, penyediaan tenaga kebersihan menjadi tanggung jawab disparbud.’’Bukan lempar tanggung jawab. Tapi sudah dibagi tugasnya,” jelasnya.

Sejatinya, diakui Muchlis, para pedagang kaki lima (PKL) di wisata Telaga Sarangan sudah menyediakan tempat sampah. Meski belum semua PKL. Namun, setidaknya itu bisa membuat sampah yang dihasilkan para pengunjung tidak semuanya dibuang sembarangan. Muchlis menduga sampah yang berserakan di jalan keliling telaga itu akibat banyak tempat sampah yang rusak. Sehingga pengunjung kurang mendapatkan fasilitas.’’Untuk tahun ini tidak ada penganggaran pengadaan tempat sampah di Telaga Sarangan,” ungkapnya.

Muchlis menambahkan, kebersihan telaga pasir itu bukan hanya tanggung jawab Pemkab Magetan. Ataupun dari PKL yang membuka lapak di sekeliling telaga. Melainkan juga perlu dukungan dari pengunjung telaga. Sehingga mereka tidak membuang sampah sembarangan dan membuat kumuh tampilan telaga yang menjadi landmark Magetan tersebut. ’’Semua saling mendukung dan memengaruhi dalam menjaga kebersihan,’’ tekannya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here