Tahun 2025, Rel Madiun-Slahung Dihidupkan Kembali

1846

PONOROGO – Riuh transaksi sudah terlampau lama berdenyut di eks stasiun. Tidak setahun dua tahun, kepentingan niaga bermuara di sana. Tak sebatas transaksi mikro antara pedagang dan pembeli. Juga, berkelindan kepentingan bisnis makro antara PT KAI dan penyewa lahan.

Perilaku ekonomi yang telanjur mengakar ini tentu tak mudah dibelokkan. Menjadi tantangan berat bagi pemkab yang memproyeksikan lahan milik badan usaha milik negara itu sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) daerah. Sanggupkah pemkab memberi batas tegas pascarelokasi?. ‘’Mengacu RTRW, eks stasiun itu bukan untuk perdagangan,’’ tegas Kasubdit Tata Ruang Bappeda Ponorogo Sutikno, kemarin (13/1).

Kata Sutikno, dokumen masterplan RTRW merupakan pedoman baku penyelenggaraan pembangunan di Bumi Reyog. Wajib dipatuhi seluruh masyarakat dan stakeholder. Itu tertuang dalam Perda 1/2012 tentang RTRW Ponorogo. Peruntukan kawasan Soekarno Hatta dipecah menjadi dua. ‘’Sisi timur (kawasan pasar legi) untuk perdagangan dan jasa. Sisi barat (eks stasiun) untuk transportasi,’’ urainya.

Mengacu perda, seluruh kawasan Soekarno Hatta masuk blok kuning. Meliputi perdagangan, jasa, dan transportasi. Pun, sesuai namanya, eks stasiun merupakan kawasan yang diperuntukkan untuk transportasi. ‘’Bukan pasar.’’

Perda RTRW yang telah disusun sejak 2012 lalu itu turut diperkuat rencana besar pemerintah pusat. Tiga tahun lalu, kementerian perhubungan (kemenhub) memaparkan rencana besarnya me-reaktivasi jalur-jalur rel kereta api yang mati. Termasuk rel Madiun-Slahung. Dalam rapat koordinasi di Pemprov Jatim itu, kemenhub juga telah membuat masterplan. ‘’Mulai 2025, rel Madiun-Slahung akan dihidupkan kembali,’’ jelas Sutikno.

Masterplan kemenhub atas re-aktivasi rel Madiun-Slahung itu segendang sepenarian dengan semangat sterilisasi pasar tradisional di eks stasiun. Transaksi jual-beli di eks stasiun, tidak dibenarkan. Baik di sekitaran jaringan rel, sempadan rel, hingga bangunan stasiun. ‘’Masterplan ini tak bisa kami merubah. Peruntukannya sesuai RTRW dan masterplan kemenhub adalah untuk transportasi,’’ kata dia. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here