Tabrakan Beruntun Tiga Bus dan Satu Mobil Pelat Merah

Mira Berputar-putar, Eka Nyungsep ke Sawah

110
KARAMBOL: Kondisi bus Eka yang nyungsep di sawah, Mira yang melintang di jalan, serta Sumber Selamat dan Innova pelat merah yang menabrak bodinya

NGAWI – Kurun dua minggu ini, sudah dua insiden kecelakaan terjadi di Ngawi. Dimulai dari bus pariwisata seruduk tronton di tol Ngawi-Wilangan pada 5 April. Disusul dua hari berikutnya peristiwa KA Sancaka maut. Kemarin (17/4) bertambah lagi. Kecelakaan karambol terjadi di jalan raya Ngawi-Solo melibatkan tiga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan satu mobil pelat merah yang ditumpangi Heliyanti Koentari, sekretaris DPRD Kabupaten Malang.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00. Bus Mira nopol S 7526 US dari arah Sragen beradu banteng dengan bus Eka nopol S 7523 US yang melaju dari arah berlawanan. Saking kerasnya tabrakan, bus Mira melintang menutup total jalan. Sedangkan bus Eka nyungsep di area persawahan. Belum selesai, dari arah timur melaju kencang bus Sumber Selamat nopol W 7184 UY dan mobil dinas Toyota Innova nopol N 19 DP. Kedua kendaraan itu menabrak bodi bus Mira. ’’Bus Mira itu menyalip tiga mobil. Setelah tabrakan dengan Eka, bus Mira sempat berputar-putar,’’ kata sopir bus Sumber Selamat Pendik saat ditemui di TKP.
Dia menambahkan, mobil Innova berkelir hitam yang ada di depan busnya itu tidak bisa menghindar. Tabrakan keras terjadi. Pendik yang melaju di belakang Toyota Innova berusaha menghindari kecelakaan di depan matanya tersebut. Meski pedal rem sudah diinjak kuat-kuat, Pendik memperkirakan bus yang dikemudikannya tidak akan berhenti. Dia seketika banting setir ke arah kiri hingga nyungsep ke parit. Kendati bus yang dikemudikannya dalam kondisi seperti itu, dia bersyukur tidak menyeruduk mobil pelat merah di depannya. ’’Terpaksa saya banting ke kiri. Kalau tidak, ya habis mobil itu (Toyota Innova, Red),’’ ungkapnya.
Data di lapangan, kecelakaan itu mengakibatkan 11 korban luka serius. Pun dengan sopir Mira dan Eka. Sementara Sekretaris DPRD Kabupaten Malang Heliyanti Koentari mengalami luka patah tangan. Priyoto, salah seorang penumpang bus Eka, mengungkapkan, bus Mira saat itu hendak menyalip dari arah barat. Mengetahui bus yang dinaikinya dalam bahaya, penumpang yang duduk tepat di belakang sopir itu sempat meneriaki sopir bus. ’’Saya teriak ke sopir kalau keadaan saat itu sudah tidak memungkinkan,’’ ujar penumpang dari Jombang menuju Semarang itu.
Teriakan Priyoto kiranya sudah terlambat.Sopir Eka sempat banting setir ke kiri. Tapi, akhirnya dua bus sempat beradu kepala. Bus yang ditumpangi Priyoto terjun ke area persawahan setelah bertabrakan. Dikatakan, sopir bus yang ditumpanginya banting setir secara perlahan, tidak langsung maksimal membuang haluan ke arah kiri. ’’Akhirnya yang bertabrakan bagian depan sopir, dia kemudian terjepit,’’ beber Priyoto.
Kerasnya suara tabrakan menyedot perhatian warga sekitar yang hendak menolong. Saeran, salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa sopir bus Eka terjepit badan dan kakinya. Dia bersama warga lain dan aparat kepolisian lantas membantu mengeluarkan sopir truk yang terjepit. Lebih dari satu jam proses evakuasi pengeluaran sopir bus Eka tersebut. ’’Lukanya parah. Sepertinya kakinya patah,’’ ungkap Saeran.
Sementara itu, sopir bus Mira yang juga terjepit akibat kecelakaan dapat dievakuasi lebih dulu. Diketahui bus Mira dan Eka kala itu membawa belasan penumpang yang juga mengalami luka-luka. Sementara penumpang bus Sugeng Rahayu, tidak ada korban. Saerang mengungkapkan, banyak penumpang yang mengalami luka. Mulai babras muka karena pecahan kaca maupun benturan sampai patah tulang. ’’Ada empat penumpang bus Eka yang terlempar dari dalam bus,’’ ujarnya.
Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin mengungkapkan, ada sekitar 11 korban luka serius akibat lakalantas tersebut. Termasuk kedua sopir yang diketahui namanya Dani Saputra (Eka) warga Boyolali dan Adi Susilo (Mira). Di lokasi kejadian, pihaknya saat itu terlebih dulu fokus mengevakuasi korban. ’’Korban sudah kami larikan ke rumah sakit terdekat, yang penting mereka terselamatkan dulu,’’ terang Rukimin. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here