Tabrakan Beruntun, 3 Pelajar Bawah Umur Jadi Korban

515

PONOROGO – Empat pengendara –tiga di antaranya pelajar- nyaris kehilangan nyawa. Itu terjadi setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan masuk Dusun Banggel, Desa Jebeng, Slahung, kemarin (9/12). Tabrakan beruntun itu melibatkan dua sepeda motor dan satu truk.

Keempat pengendara mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya sempat tak sadarkan diri dan mesti menjalani operasi akibat luka yang dialami. ‘’Kebetulan saat itu saya sedang melintas dari Slahung hendak pulang,’’ kata Bowo, warga Desa/Kecamatan Sukorejo.

Insiden itu bermula saat Kamdi, warga Desa Kambeng, Slahung, mengendarai Honda Supra X nopol AE 2057 SD melaju dari arah utara. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tanpa melihat kondisi lalu lintas, pria 73 tahun itu tiba-tiba berbelok hendak menyeberang.

Nahas, dari arah yang sama melaju truk nopol BM 8173 TJ tanpa muatan yang dikemudikan Tulaji, 46, warga Desa Gemaharjo, Pacitan. Korban yang kaget sempat mengerem, namun jarak yang sudah dekat membuat benturan keras tidak terhindarkan.  ‘’Motornya terlindas truk,’’ ujar Bowo.

Sejatinya Tulaji sudah berupaya melakukan pengereman. Namun, truk malah mengalami selip hingga menorobos markah mengarah ke kanan jalan. Nah, di saat bersamaan dari arah selatan melaju Vega ZR nopol AE 5546 ST yang dikendarai pelajar berboncengan tiga. Yaitu, Riska Nur Azizah, 13; Sania M. Solikah, 8; dan Helisa Dwiana Anggi, 14. ‘’Kaget, sehingga nabrak juga akhirnya,’’ sambungnya.

Ketiga pelajar asal Desa Plancungan, Slahung, itu terpental setelah sepeda motor yang ditumpangi meluncur deras menabrak truk. ‘’Tidak ada yang menolong. Saya akhirnya berinisiatif membawa keempat korban ke rumah sakit (RSUD dr Hardjono, Red),’’ tutur Bowo.

Kamdi mengalami luka robek di bagian kepala dan lecet di tangan serta kaki. Sementara, Riska luka robek di kaki kanan, babras di paha dan pipi; Sania patah tulang kaki kanan dan robek di dahi; dan Helisa babras di dahi dan kaki kanan. ‘’Sampai di lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, Red),’’ kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo Ipda Badri.

Terkait dengan korban berboncengan tiga yang masih berstatus pelajar, dia mengimbau agar para orang tua tidak mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor. ‘’Jelas tidak memiliki SIM. Sangat berbahaya, dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,’’ ucapnya. (mg7/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here