Tabrak Truk Parkir, Pemotor Tewas

333

MAGETAN – Niat Andri Okta Finanda, 31, menolong rekannya sesama sopir truk tronton pada Senin malam (14/1) berujung petaka. Diduga tidak memasang rambu bahaya dan parkir terlalu memakan badan jalan, truk yang dikemudikannya ditumbur sepeda motor hingga pengendaranya tewas.

Insiden maut itu terjadi di Jalan Raya Solo, tepatnya depan kompleks perumahan TNI-AU Lanud Iswahjudi. Berawal saat Andri melaju dari arah timur dengan truk tronton nopol AD 1962 HC. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 19.30, warga Desa Kedungbanteng, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, itu menghentikan truknya.

Andri bermaksud menolong rekannya yang mesin truknya bermasalah. Tidak lama setelah memarkir truknya, terdengar suara benturan keras. Belakangan diketahui suara itu berasal dari sepeda motor Honda Revo nopol AE 2869 HN yang dikendarai Muhamad Rani 30, warga Desa Kincangwetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, menghantam bagian belakang truk. ‘’Motor melaju dengan kecepatan tinggi,’’ ujar Suwigyo, seorang saksi mata.

Kerasnya benturan mengakibatkan Rani tewas seketika dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Pun, motor yang dikendarai ringsek. ‘’Mungkin tidak melihat ada truk parkir karena tidak dipasang rambu bahaya, belum lagi kondisi jalan licin karena habis diguyur hujan,’’ paparnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Magetan Ipda Yudi Widianto mengatakan, sesaat setelah insiden itu terjadi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD dr Sayidiman. Sementara, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dia menuturkan, kecelakaan diduga akibat kurang hati-hatinya korban saat mengendarai motor. Selain itu, tidak adanya rambu bahaya yang seharusnya dipasang pengemudi truk. ‘’Posisi truk saat berhenti juga terlalu memakan badan jalan,‘’ ungkapnya. (mgc/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here