Suyadi Sulap Botol Produk Nutrisi Bekas Jadi Lampu Hias

32

Rasa eman saat hendak membeli lampu di toko mengantar Suyadi berkreasi. Memanfaatkan botol produk nutrisi bekas, lampu-lampu hias terlahir dari tangan kreatifnya.

DI teras rumahnya, Suyadi tampak sibuk dengan sejumlah peranti. Mulai cutter, pensil, sampai pithingan lampu, menyesaki permukaan meja di hadapannya. Tak ketinggalan beberapa lampu hias minimalis ikut bersesak-sesakan. Sementara itu, jari-jemarinya tak henti mengutak-atik barang kerajinan yang hampir jadi. ‘’Pertama kali buat pertengahan 2018 lalu,’’ katanya.

Sejurus kemudian, Suyadi meletakkan benda tabung yang semula dipegangnya. Beragam motif dengan teknik melubangi rampung dia kerjakan. Satu tabung lagi dia raih, sepintas diamatinya sebelum akhirnya dilanjutan dengan melubangi lagi. ‘’Lumayan banyak pesanan akhir-akhir ini,’’ ungkap warga Desa/Kecamatan Geneng, Ngawi, itu.

Awalnya, Suyadi sama sekali tidak berniat meniagakan lampu hias. Tetangga kiri-kanan yang kepincut dengan ulah kreatif pria 47 tahun itu membuatnya keterusan berkerajinan. Kali pertama dia membuat lampu hias untuk konsumsi pribadi. Namun, itu malah menjadi jalan rezeki lain bagi pegawai tidak tetap (PTT) di Kemenag Ngawi ini. ‘’Ide muncul karena rasa eman saat melihat harga lampu di toko yang satu bijinya mencapai Rp 200 ribu,’’ kenangnya.

Kepala Suyadi semakin disesaki ide membuat lampu hias sendiri setelah melihat botol produk nutrisi bekas. Gambaran barang kerajinan minimalis terbesit di kepalanya ketika mendapati bentuknya yang mirip lampu hias yang urung dibelinya lantaran mahal. ‘’Yang pertama saya pasang di depan rumah, kemudian banyak yang bertanya dan minta dibuatkan,’’ terang Suyadi.

Yakin dengan apa barang buatannya tak kalah bagus dengan yang di toko-toko, Suyadi semakin getol berkerajinan. Mengetahui lampu hias terpasang di teras tetangga kiri dan kanan, dia pun berniat melebarkan sayap. ‘’Peringatan Hari Santri tahun lalu saya manfaatkan sebagai ajang promosi. Alhamdulillah, dapat pesanan 30 lampu,’’ ujarnya.

Hari-hari Suyadi sekarang tak jauh-jauh dari peranti kerajinan dan botol produk nutrisi bekas. Sepulang kerja, dia lebih sering menghabiskan waktunya menekuni lampu-lampu hias. Baik yang masih berupa botol, separo jadi, sampai yang sudah siap kirim. ‘’Buat tambah-tambah pemasukan,’’ kata Suami Tri Murtini itu.

Membuat lampu hias berbahan botol bekas bukan perkara gampang. Berbagai tahapan pembuatan mesti dilalui lebih dulu. Dimulai dengan membuat dan melubangi pola. Setelah itu, memperhalus permukaan dengan amplas dan dipungkasi dengan penyemprotan cat sebelum dipasangi lampu-lampu. ‘’Banyak motifnya. Untuk motif bunga-bunga, tiga jam selesai,’’ ungkapnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here