Suwelo, Pensinan PNS yang Getol Berwisata Religi dengan Sepeda

52
MASIH BUGAR: Welo berpose di depan kompleks makam RA Kartini.

Usianya sudah tak lagi muda. Namun, jiwa petualang Suwelo tetap menggelora. Pria 66 tahun itu kerap touring dengan sepeda menjelajahi berbagai kota di Jawa. Bagaimana kesannya?

—————-

DILA RAHMATIKA, Madiun

BELASAN sepeda jenis road bike berjajar rapi di serambi rumah Suwelo di Jalan Margatama, Kanigoro. Yang paling menarik perhatian adalah sebuah sepeda berkelir abu-abu. Sepeda itu bersadel dua. Di bagian bodinya ada tulisan nama cucu Welo, sapaan akrab Suwelo. ‘’Sepeda ini desain sendiri lima tahun lalu,’’ kata Welo.

Bagi Welo, setiap koleksinya memiliki cerita tersendiri. Salah satunya, sepeda berkelir orange yang sudah terbilang lama dibeli. Sepeda itu sering dipakainya menjelajah hingga luar kota seperti Surabaya, Jogjakarta, dan Semarang.

Pulang haji pada 2008 silam Welo sempat nggowes ke sejumlah makam wali. Di antaranya, makam Sunan Drajat, Sunan Ampel,  Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Muria. Dia juga pernah berwisata religi di Masjid Agung Demak dan berziarah ke makam RA Kartini. ‘’Rencananya dalam waktu dekat ke makam Sunan Giri, Sunan Gresik, dan Sunan Ampel,’’ paparnya.

Sejatinya, Welo sering mengajak pesepeda lainnya saat nggowes ke luar kota. Namun, alasan jarak yang jauh membuat mereka menolak keinginan pria 66 tahun itu.  ‘’Kalau enggak mau, ya tidak bisa memaksa,’’ ucapnya.

Saat bersepeda jauh, Welo biasanya dipercaya teman-temannya memimpin lantaran dinilai paling menguasai medan. Maklum, semasa muda dia hobi touring dengan Vespa. ‘’Pernah sampai ke luar pulau,’’ kata pensiunan PU Jawa Timur ini.

Beberapa hal selalu dipersiapkan Welo sebelum memutuskan bersepeda ke luar kota. Kondisi badan harus fit. Uang saku selama perjalanan juga mencukupi.  ‘’Izin dari keluarga juga wajib,’’ ungkapnya.

Biasanya Welo dkk memulai perjalanan setelah salat subuh dan istirahat petang hari sekitar pukul 18.00. Jika tidak ada hotel atau penginapan, SPBU menjadi lokasi untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya. ‘’Kami bawa karpet untuk alas duduk atau rebahan,’’ ujarnya.

Permasalahan yang paling sering dihadapi Welo saat touring dengan sepeda adalah ban gembos. Dia juga pernah mengalami insiden roda copot ketika melintasi tanjakan. ‘’Itu waktu bersepeda ke Pacitan,’’ sebutnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here