Sutomo, Selalu Berupaya Tak Ketingggalan Salat Jamaah di Masjid

46

Baru tiga tahun terakhir Sutomo menahkodai PDM Kota Madiun. Namun, jauh sebelum itu dia telah akrab dengan kegiatan ormas keagamaan tersebut. Dimulai dengan majelis ekonomi, kemudian wakil ketua sebelum akhirnya ditunjuk sebagai ketua.

———————-

DILA RAHMATIKA, Madiun

DARI balik ruang kerjanya, Sutomo pagi itu tampak disibukkan dengan sejumlah berkas. Saat terdengar azan Zuhur, dia bergegas merapikan berkasnya dan beranjak menuju masjid tidak jauh dari kantornya. Setelah menunaikan salat, Sutomo kembali menjalankan rutinitas hariannya. ‘’Azan itu panggilan Allah, kalau Allah sudah memanggil harus bersegera. Kalau menuruti pekerjaan nggak ada habisnya,’’ kata Sutomo.

Sutomo tercatat sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun sejak 2016 lalu. Sebelumnya, dia tercatat sebagai majelis ekonomi. Kemudian, menjadi wakil ketua sebelum akhirnya menahkodai ormas keagamaan itu.

Sebagai ketua PDM, Sutomo banyak terlibat dalam aktivitas demi kemaslahatan umat. Memantau perkembangan sektor pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi. Di sektor pendidikan, yang teranyar, dia menampung aspirasi umat mendirikan pondok pesantren. Selain aktif di Muhammadiyah, Sutomo dikenal sebagai pengusaha sukses. Perusahaannya yang didirikan tidak jauh dari rumahnya di Jalan Margabawero kini memiliki tidak kurang dari 1.000 karyawan. ‘’Harus seimbang, hidup mencari kehidupan duniawi seakan-akan hidup selamanya. Kita beramal beribadah seakan-akan besok kita akan mati, seperti itu,’’ ujarnya.

Salah satu cara untuk menyeimbangkannya adalah dengan menjaga salat jamaah di masjid. Kebiasaan itu dilakukan Sutomo sedari kecil hingga sekarang. Apapun aktivitasnya, jika azan sudah berkumandang, dia bergegas salat berjamaah. ‘’Sekalipun sedang terlibat transaksi dengan klien, kalau azan berkumandang ya harus mendahulukan salat,’’ tuturnya.

Kebiasaan mengutamakan salat itu pula yang ditularkan Sutomo kepada keluarga dan karyawan perusahaannya. Selain itu, waktu luangnya kerap diisi untuk membaca kisah-kisah Rasulullah SAW dan sahabat sebagai pedoman dan pembelajaran dalam hdup. ’’Di kantor maupun di rumah menyempatkan waktu untuk membaca,’’ ungkapnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here