Susi Dewi Wulandari, Atlet Atletik Masa Depan Kota Madiun

28
BERGENGSI: Susi Dewi Wulandari (dua dari kiri) saat meraih medali perak Kejurnas Atletik/Pra PON U-20 pada 1-4 Agustus lalu.

Susi Dewi Wulandari pantas disebut atlet atletik masa depan Kota Madiun. Tidak main-main, prestasi terbarunya berupa raihan medali emas ASEAN School Games (ASG) 2019. Bagaimana sosoknya?

————–

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SUSI Dewi Wulandari bergegas beranjak dari tempat tidur begitu dibangunkan ayahnya pagi itu. Usai salat Subuh, pelajar kelas XII SMA itu lantas mengenakan pakaian olahraga dan sepatu. Lalu, joging bersama sang ayah melintasi jalanan desa tetangga. Jaraknya sekitar dua kilometer dari tempat tinggalnya.

Sesampainya di lokasi, Susi menirukan teknik awalan berlari yang ditunjukkan ayahnya. Sesekali sang ayah membetulkan gerakan Susi. Kemudian, gadis itu diminta berlari dengan jarak 100 meter di jalur tanjakan. ‘’Latihan dengan Ayah karena minder latihan dengan atlet lain,’’ kata Susi mengenang momen latihan lari bersama ayahnya saat masih duduk di bangku kelas III SD.

Latihan keras itu dilakoni Susi saat hendak mewakili sekolahnya dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot) Madiun cabang lari 100 meter dan 400 meter. Hasilnya, dia berhasil meraih medali emas. ‘’Setelah itu, sebenarnya saya diminta latihan bersama atlet di Kota Madiun. Tapi, saya pilih latihan dengan ayah,’’ ungkapnya.

Ya, Susi memilih berlatih sendiri bersama Sugeng, ayahnya. Kebetulan sang ayah merupakan mantan atlet lari dan voli. Pun, sempat menjadi pelatih ekstrakurikuler di beberapa SMA. ‘’Biasanya pagi dan sore latihannya,’’ terang anak ke dua dari tiga bersaudara itu.

Pada 2016 Susi berkesempatan menjajal kejurda di Jember. Hasilnya, dia berhasil membawa pulang medali perak. Setahun berselang, dia berhasil membawa pulang emas lari 100 meter pada ajang serupa di Surabaya mewakili Kota Madiun. Bonus Rp 2,5 juta yang dia dapatkan dari prestasi itu digunakannya untuk mengambil jahitan seragam dan menjalani pusat pelatihan latihan pelajar PPLP di Kediri.

Hingga kini tidak terhitung medali yang dikoleksi Susi. Mulai juara I lari estafet 4×100 meter dan juara III lari 100 meter mewakili Jatim dalam kejuaraan antar-PPLP 2017 di Papua. Bahkan, pada ajang serupa dua tahun berselang di Bangka Belitung dia berhasil meraih perak lari 200 meter dan perunggu lari 100 meter.

Susi juga sukses meraih medali emas cabor atletik mewakili Indonesia pada ajang ASEAN School Games (ASG) 2019. Teranyar, dia mempersembahkan medali perak lari 100 meter dan 200 meter mewakili Jatim dalam Kejurnas Atletik/Pra PON U-20 pada 1-4 Agustus lalu. ‘’Berkat ikut PPLP ini punya kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan nasional,’’ ucapnya. *** (isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here