Madiun

Suro dan Suran Agung Harus Kondusif

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kondusivitas pelaksanaan Suro dan Suran Agung menjadi perhatian Pemkab Madiun. Selasa (3/9) Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro mengumpulkan seluruh pengurus paguyuban pencak silat di Pendapa Muda Graha untuk membahas agenda tersebut.

Tujuannya memastikan agar agenda Suro dan Suran Agung bisa dilanjutkan dengan lancar dan aman. ‘’Jadi, tujuan kami melakukan kegiatan ini tidak lain meluruskan apa yang sudah terjadi, tersebar di media sosial (medsos) terkait adanya kekerasan saat perayaan malam Suro lalu,’’ kata bupati.

Kaji Mbing –sapaan bupati– mengaku sempat ketar-ketir mendapati kasus penusukan yang dialami oleh Heru Susilo dikaitkan dengan urusan organisasi. Padahal, sesuai faktanya, motif di balik kejadian tersebut karena dilatarbelakangi masalah dendam pribadi. ‘’Saya berharap seluruh paguyuban pencak silat di Madiun ikut membantu meluruskan isu yang beredar di luar dan menjaga kondusivitas daerah selama pelaksanaan Suro dan Suran Agung,’’ ujarnya.

Pihaknya bersama Pemkot Madiun memastikan bakal berusaha keras agar pelaksanaan Suro dan Suran Agung berjalan kondusif. Karena kegiatan itu merupakan bagian dari pelestarian budaya. ‘’Saat ini yang sudah kami mulai percontohkan adalah perguruan IKS, di mana dalam empat bulan sekali tidak kurang dari 5.000 pesilat diwisuda dan itu ternyata bisa menjadi pertumbuhan ekonomi kreatif warga sekitar,’’ terang Kaji Mbing.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi berharap pakta integritas yang sudah disepakati oleh seluruh perguruan pencak silat untuk dijadikan sebagai pegangan. Pihaknya tidak ingin Madiun yang sudah kondusif berubah menjadi mencekam karena isu yang belum diketahui pasti kebenarannya. ‘’Kami berharap dunia persilatan jangan sampai tercoreng karena hal-hal yang tidak benar,’’ tuturnya. (mgc/c1/her)

Rancang sebagai Agenda Wisata Budaya

PELAKSANAAN Suro dan Suran Agung terus dievaluasi. Pemkab Madiun berharap tradisi pergantian tahun baru Islam tersebut bisa berjalan kondusif sekaligus menjadi pengungkit wisata budaya daerah. ‘’Jadi, kegiatan suronan ini menjadi awal untuk menyongsong rencana ke depan,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro.

Kaji mbing –sapaan akrabnya– menyatakan, perayaan Suro dan Suran Agung  sudah menjadi tradisi rutin setiap tahunnya. Dengan begitu, dia berharap pada tahun depan kegiatan tersebut dapat dikemas dalam sebuah wisata budaya. ‘’Kami berharap bulan Suro ini menjadi bulan yang baik, sehingga mindset masyarakat yang sebelumnya melihat suronan itu mencekam menjadi harapan yang ditunggu,’’ paparnya.

Hanya, dia menyebut rencana itu masih dalam tahap pembahasan. Karena hasil dari evaluasi sementara, perayaan Suro dan Suran Agung masih lekat dengan konvoi kendaraan roda dua. Meskipun hal tersebut sudah dilarang oleh polisi. Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menuturkan, sejak awal konvoi pendekar dengan menggunakan sepeda motor sudah dilarang. Tetapi, ternyata banyak yang mengabaikannya. ‘’Seharusnya kita mendukung rencana pemkab yang ingin menjadikan event tahunan ini sebagai salah satu destinasi wisata baru,’’ ucapnya. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close