Surat Suara Tercetak, Caleg Perindo Mundur

36

PACITAN – Satu dari 464 calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilu 2019 Pacitan mundur. Yakni, Darutun Ma’nunin, caleg Partai Perindo nomor urut 1 dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Ngadirojo-Sudimoro. ‘’Alasannya tempat kerjanya tidak memperbolehkan pekerjanya jadi anggota partai politik,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan Sulis Setyorini kemarin (31/3).

Atas pengunduran dirinya, yang bersangkutan tidak akan mendapatkan sanksi. Sekadar dicoret dari daftar caleg tetap (DCT). KPU pun telah membuat surat keputusan (SK) perubahan untuk Partai Perindo. ‘’Di surat suara yang sudah jadi (nama Darutun Ma’nunin, Red.) tetap ada,’’ ujar Rini, sapaannya.

Sebab, pengunduran diri dilakukan setelah surat suara dicetak. Untuk itu pihaknya bakal mengeluarkan nota dinas kepada petugas PPK, PPS dan KPPS. Sehingga, di semua TPS dapil setempat akan diumumkan jika caleg tersebut tidak memenuhi syarat. ‘’Akan diumumkan mulai pembukaan hingga proses penghitungan suara selesai,’’ ungkapnya.

SK penetapan pengunduran diri caleg tersebut, lanjut dia, juga sudah diterbitkan. Bahkan sudah dikirimkan ke badan pengawas pemilu (bawaslu), partai asal dan caleg yang bersangkutan. Sedangkan dalam mekanisme penghitungan, suara yang diperoleh tetap sah. Hanya hak diberikan kepada partai politiknya. ‘’Bila namanya dicoblos tetap sah, tapi dihitung untuk partai,’’ ungkapnya.

Pihaknya tidak bertanggung jawab jika masih ada alat peraga kampanye (APK) caleg bersangkutan terpasang. Menurut dia, itu ranahnya bawaslu. Untuk memastikan hal tersebut masuk melanggar atau tidak.

Di bagian lain, Rini menyebut Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pacitan dan Pondok Pesantren Tremas dipastikan bakal menyelanggarkan pemungutan suara secara madiri. Itu setelah usulan tambahan tempat pemungutan suara (TPS) untuk daftar pemilih tetap (DPT) terkonsentrasi disetujui KPU RI.

Itu dibuktikan dengan direvisinya anggaran kebutuhan Pemilu 2019 di Kabupaten Pacitan oleh KPU RI. ‘’Sesuai revisi anggaran Kabupaten Pacitan, DIPA kita 1.973 TPS. (Anggaran) dua TPS (tambahan) sudah turun,’’ sebut Rini.

Saat ini, persiapan dua TPS tersebut masih dalam tahap rekrutmen KPPS dan petugas ketertiban. Mereka berasal dari lingkungan sekitar TPS. Baik pengurus pesantren maupun petugas rutan. ‘’Normatif seperti TPS lain. Tidak ada perlakuan khusus,’’ tegasnya.

Pihaknya juga menunggu kiriman logistik untuk dua TPS tambahan tersebut. Pasalnya kedatangannya menyusul. Rencananya, dikirim dalam satu paket. Mulai surat suara, tinta, alat coblos, kotak dan bilik suara dan lainnya..

Menurut dia, TPS tambahan tersebut disiapkan untuk pemilih pindah lokasi memilih atau penerima blanko A5. Meski begitu, dimungkinkan pemilih di dua TPS tersebut tetap menerima lima jenis surat suara. Itu jika pemilih masih di satu dapil. ‘’Kalau pindah memilih antardapil nanti disesuaikan,’’ jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi daftar pemilih tambahan (DPTb), di rutan terdapat 42 pemilih dan di Ponpes Tremas 157 pemilih. Tambahan tersebut berdasarkan keputusan KPU RI 227/2019 tentang Juknis Penyempurnaan DPTb bahwa pemilih pindahan boleh dibuatkan TPS. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here