Supra X Dihantam Minivan, Tiga Luka

47
PASCA INSIDEN: Aparat kepolisian melakukan olah TKP laka lantas di perempatan Jalan Raya Ngawi-Bringin.

NGAWI – Tak ada habisnya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bumi Orek-Orek. Kali ini tiga korban mesti dirawat intensif di rumah sakit. Itu terjadi setelah mereka mengalami insiden yang melibatkan motor dan mobil di Km 20-21 Jalan Raya Ngawi–Bringin masuk Desa Sumberbening, Bringin.

‘’TKP (tempat kejadian perkara, Red) laka berada di perempatan jalan. Motor dengan tiga penumpang tertabrak mobil dari lain arah,’’ kata Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo kemarin (30/6).

Laka lantas bermula saat Tri Wahyuni, 34, warga Dusun Kedungceleng, Desa Sumberbening, Bringin, mengendarai Honda Supra X 125 nopol AE 2230. Sabtu (29/6) sekitar pukul 14.30 itu korban berkendara memboncengkan Sumini, 40, dan Dani, 10, kerabatnya. ‘’Motor melaju dari utara. Ketiganya mengenakan helm,’’ imbuh Cipto.

Sesampainya di perempatan lokasi kejadian, tiba-tiba muncul Mitsubishi Station Wagon nopol AE 1176 FE dari arah barat. Minivan yang dikemudikan Jamin, 47, asal Dusun Bobol, Desa/Kecamatan Sekar, Bojonegoro, itu nyelonong begitu saja.

Alhasil, moncong mobil menubruk Honda Supra X 125 yang dikendarai tiga orang tersebut. Benturan yang keras dari arah kanan mengakibatkan Supra X terpental cukup jauh. Pun, Tri dan dua kerabatnya di boncengan tersungkur di jalanan. ‘’Berkecepatan tinggi. Kedua kendaraan sama-sama hendak melintasi perempatan,’’ ungkap Cipto.

Akibat insiden tersebut, Tri menderita patah tulang kaki kanan. Sedangkan Sumini patah tulang tangan kiri. Sementara, Dani mengalami robek dahi, pelipis, serta mata kiri lebam akibat benturan. ‘’Tiga korban dilarikan ke RS Widodo untuk mendapatkan perawatan medis,’’ kata Cipto.

Olah TKP sudah dilakukan aparat kepolisian terkait kasus laka lantas tersebut. Berbagai keterangan dari sejumlah saksi tak ketinggalan dikumpulkan. Sebagai barang bukti, petugas mengamankan dua kendaraan yang terlibat tabrakan. ‘’Baik di jalan nasional-provinsi atau jalur kabupaten, masyarakat kami imbau untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Jumlah kejadian laka lantas lebih banyak di jalur kabupaten,’’ pungkas Cipto. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here