Sungai Juanda Mendadak Jadi Kolam Busa

267

PONOROGO – Air sungai di penggal Jalan Ir. Juanda, Tonatan, Ponorogo mendadak menjadi kolam busa. Sekilas, buih-buih putih itu membuat sungai terlihat seperti lautan. Belum diketahui secara pasti asal muasalnya. Tetapi, buih seperti busa detergen itu menutupi seluruh permukaan sungai sejak pukul 11.00, kemarin (13/1).  ‘’Biasanya jam 15.00 gitu keluar busa, hari ini kok lebih awal,’’ kata Lilik, 40, warga Desa/Kecamatan Siman yang biasa mancing di lokasi.

Lilik tidak mengetahui persis kapan awal mula busa memenuhi sungai. Biasanya dia baru melihatnya saat sore. ‘’Kalau setiap hari saya kurang tahu ya, karena saya mancingnya juga tidak setiap hari. Bisa jadi pas kebetulan saya mancing keluar, tapi memang saya tahunya ya sore itu keluarnya,’’ lanjutnya.

Giyanto, 45, warga Kelurahan Kertosari, Ponorogo mengungkapkan bahwa busa itu tidak keluar setiap hari. Biasanya sungai berubah lautan busa satu hingga dua kali seminggu. ‘’Tidak pasti. Berasal dari mana kurang tahu. Tapi katanya sih dari cucian,’’ ungkap Giyanto.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko mengaku sudah mendengar tentang kabar sungai yang berbusa itu. Pihaknya belum mengetahui secara pasti asal busa tersebut. Pihaknya bakal mengambil sample air sungai, hari ini (14/1). Mengantisipasi adanya kandungan limbah bahan, berbahaya, dan beracun (B3). Rencananya, sample air sungai bakal diuji laboratorium. ‘’Apakah berbahaya atau tidak, apakah ada kandungan kimia, apakah hanya deterjen biasa, itu dapat kami ketahui setelah hasil uji lab kami kantongi,’’ kata Sapto Djatmiko.

Sapto menjelaskan pengelolaan limbah B3 telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101/2014.  Dalam aturan tersebut disebutkan limbah B3 merupakan zat, energi, komponen lain yang mencemari dan merusak lingkungan serta membahayakan kelangsungan hidup makhluk hidup. ‘’Karena itu, kami harus melakukan uji lab dulu. Tidak boleh sembarangan,’’ tegasnya.

Sembari menunggu hasil uji lab yang biasanya baru keluar sepekan. Dia memastikan, di sekitar lokasi sungai tidak ada pabrik. Sehingga kecil kemungkinan berasal dari limbah industri. ‘’Tidak ada pabrik di sekitar lokasi sungai, itu kecil kemungkinannya,’’ ungkapnya.

Namun, di sekitar sungai banyak terdapat pencucian motor dan mobil. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan sebelum hasil uji lab diketahui. ‘’Kami telusuri sambil menunggu hasil uji lab, hanya saja untuk mengambil kesimpulan tetap berpatokan pada hasil uji lab,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here