Sumber Air PDAM di Slahung Surut

16
TERIMBAS: Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah membuat PDAM Tirta Dharma ikut terdampak.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sumber air PDAM Tirta Dharma Ponorogo masuk level kritis. Karena sumur-sumur yang dimiliki oleh perusahaan daerah tersebut mulai mengering. Sementara, permintaan warga akan kebutuhan air bersih makin meningkat saat musim kemarau ini. ‘’Di Slahung, misalnya, sumber airnya menurun drastis,’’ kata Direktur PDAM Tirta Dharma Ponorogo Lardi.

Menurutnya, normal sumur di Slahung itu mampu mencukupi sekitar lima liter air per detik. Tapi, sekarang hanya dua liter per detik. Karena itu, harus digilir. Total ada sekitar 38 sumur yang dioperasikan PDAM untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi 21 ribu pelanggan.

‘’Di Ponorogo kondisi seperti ini terjadi karena wilayahnya banyak yang berbukit. Ketika terjadi kemarau panjang, maka sumber air berpotensi mengering. Termasuk sumur milik PDAM,’’ terang Lardi.

Supaya distribusi air bersih lancar, dia mengaku menambah dua sumur baru di Balong dan Ponorogo Kota. Bahkan, satu di antaranya sudah beroperasi saat ini. Sementara, satu sumur lainnya baru akan digarap bulan ini. ‘’Untuk kecamatan kota, perlu ada penambahan sumur baru karena jaringan kami overload,’’ ujarnya.

Untuk proyek sumur baru tersebut, biaya yang dikeluarkan oleh PDAM mencapai sekitar Rp 160–190 juta. Pembiayaannya memanfaatkan modal PDAM. ‘’Ini bukan APBD, tapi perusahaan. Jadi, harus ada kajian teknis yang mendalam sebelum kami memutuskan membangun sumur baru,’’ jelas Lardi. (naz/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here