Pacitan

Sulit Hentikan Penangkapan Benur

‘’Dalam waktu dekat, harus bergerak secara gabungan lagi dengan pihak-pihak terkait.’’ Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi

PACITAN, Radar Pacitan – Penangkapan benur oleh nelayan masih banyak terjadi di Pacitan. Padahal, aktivitas tersebut menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena dianggap mengancam ekosistem laut.

Meski demikian, masifnya perburuan terhadap baby lobster tersebut tidak dibarengi dengan upaya penertiban oleh pihak terkait. ‘’Dalam waktu dekat, harus bergerak secara gabungan lagi dengan pihak-pihak terkait,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Sugandi Rabu (20/11).

Dia menyatakan, saat ini tindak lanjut dari hasil pembahasan sebelumnya belum terealisasi dengan baik. Sehingga, penindakan di lapangan belum berjalan optimal. ‘’Mungkin karena kesibukan masing-masing pihak,’’ ujar perwira dengan dua melati di pundak itu.

Sugandi memastikan penangkapan baby lobster alias benur diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan 56/2016. Artinya, tidak semua benur bisa ditangkap. Karena itu, pihaknya akan segera bergerak untuk merealisasikan hasil kesepakatan dengan sejumlah pihak tersebut. ‘’Agar permasalahan tidak meluas. Artinya, nelayan-nelayan yang menangkap benur bisa bertambah banyak,’’ terangnya.

Salah satu kesepakatan pada rapat saat itu adalah pengangkatan atau pembersihan pelak benur di laut. Namun, pengimplementasian rencana itu didahului dengan pemetaan keberadaan keramba-keramba untuk menangkap baby lobster tersebut. ‘’Hasil mapping itu nanti akan digunakan sebagai penentu langkah selanjutnya,’’ ungkapnya.

Sugandi menyebut bahwa upaya itu merupakan langkah pencegahan potensi konflik horizontal antarnelayan benur dan ikan. ‘’Oleh karena itu, poin-poin kesepakatan dalam rapat itu mesti segera ditindaklanjuti,’’ ucapnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close