Sulap Sisa Vinyl jadi Handycraft

71
KREATIF: Ibu-ibu kelompok koperasi wanita Putri Jati Emas mengikuti pelatihan membuat Vinyl sebagai handycraft dan houseware dalam kegiatan abdimas dosen UNIPMA, bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Ngawi di Desa Setono, Ngrambe, Ngawi.

Program Abdimas UNIPMA untuk Tingkatkan Produktivitas Masyarakat

NGAWI – Upaya dalam meningkatkan produktivitas masyarakat desa di berbagai wilayah Ngawi terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Abdimas Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) yang didanai Kemenristekdikti dan didukung oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Ngawi, serta pemerintah desa setempat. Caranya dengan memberi pelatihan kepada ibu-ibu kelompok koperasi wanita untuk mengubah sisa bahan vinyl menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. ‘’Sebab di daerah tersebut ada banyak bahan sisa produksi vinyl jadi bisa kami manfaatkan,’’ ujar Ketua Program Abdimas Dosen UNIPMA Agita Risma Nurhikmawati.

Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah Ngawi seiring pembangunan sektor ekonomi masyarakat desa khususnya di wilayah desa wisata. Kegiatan yang dilaksanakan mulai 6 – 27 Juli 2019 di Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Ngawi ini mengarah pada peningkatan produksi oleh-oleh wisata. Diharapkan warga setempat khususnya ibu-ibu bisa mendapat tambahan penghasilan dari membuat handycraft. ‘’,Ini juga sebagai pendekatan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan pemanfaatan limbah,’’ tambahnya.

Beberapa kreasi dari pemanfaatan bahan vinyl di antaranya dibuat menjadi tas, dompet, handbag, tas laptop, tempat pensil, tempt sampah, pot bunga, tempat tissue. Pelatihan diikuti 30 orang yang dilaksanakan setiap satu hingga 2 kali dalam seminggu. Proses pelatihan mulai dari sortasi limbah, desain produk handycraft dan houseware, pembuatan produk, pengemasan sekaligus pemasarannya. ‘’Untuk pemasarannya secara display dan online,’’ terusnya.

Produk kerajinan ibu-ibu ini juga bakal dipajang dalam ajang pameran yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Ngawi saat event nantinya. Selain mendapat pelatihan produksi ekonomi kreatif mereka juga diberi bantuan berupa alat produksi yaitu mesin jahit dan peralatan lain. ‘’Yang kami harapkan masyarakat berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut secara mandiri dan mengembangkan usaha’’, harapnya.

Untuk itu UNIPMA telah membentuk kelompok binaan agar untuk selanjutnya program tersebut tetap berjalan. Pihaknya optimis proses kreatif yang dimulai dengan produksi handycraft vinyl bakal lebih banyak menghasilkan variasi kerajinan lainnya. Karena itu dia meminta ibu-ibu untuk berusaha inovatif dan terus belajar mengenal berbagai cara pemanfaatan melalui media informasi. (rio/adv) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here