Sulap New Theater Jadi Gedung Pertunjukan Butuh Anggaran Rp 1,5 M

363

MAGETAN – Pemkab tergerak hatinya mengurusi gedung bekas bioskop New Theater Magetan. Tahun ini, bangunan yang ada di lantai 2 Pasar Baru Magetan (PBM) itu mulai direnovasi. Sesuai rencana, dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) setempat bakal menyulapnya menjadi gedung pertunjukan. ’’Anggaran renovasi sudah masuk APBD 2019,’’ kata Kepala Disparbud Magetan Bambang Setyawan.

Tahun ini, anggaran sebesar Rp 600 juta sudah di-plotting untuk renovasi bagian dalam gedung tersebut. Maklum, sudah bertahun-tahun gedung yang menjadi aset pemkab itu mangkrak. Sehingga, banyak kerusakan di sana-sini. Mulai tembok hingga atap yang bocor. Suasana di dalam gedung itu terasa pengap. Namun, duit yang dipersiapkan itu sejatinya masih kurang. Untuk renovasi total, membutuhkan anggaran hingga Rp 1,5 miliar. Sedangkan dana yang tersedia, tidak mencapai setengahnya. ’’Dana yang ada akan dimaksimalkan. Karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi,’’ ujarnya.

Rencananya, duit itu akan digunakan untuk mengganti jok kursi penonton sebanyak 468 unit. Selain penuh dengan kotoran kelelawar, juga banyak yang jebol. Untungnya, kerangka kursi tersebut masih bisa digunakan karena terbuat dari baja. Sehingga, bisa meminimalkan dana perbaikan. Kemudian, panggung juga akan diperlebar ke depan. Lighting dan sound system bakal disempurnakan lagi. Sehingga menunjang untuk pertunjukan seni. ’’Harus ditata sedemikian rupa, supaya layak digunakan sebagai gedung pertunjukan,’’ tuturnya.

Saat ini, perencanaan penggunaan eks gedung bioskop itu sudah berada di tangan konsultan. Setelah desain gedung baru nanti ready, barulah disparbud bersiap memulai pembangunan. Sesuai prosedurnya, bakal dilakukan pelelangan. Masih belum dapat dipastikan kapan gedung yang dibangun pada 1991 itu siap untuk digunakan kembali. Bagaimanapun, banyak tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. ‘’Lebih cepat lebih bagus. Supaya Magetan ini kalau malam tidak mati karena ada kegiatan,’’ jelasnya.

Nantinya, gedung itu bakal mempertontonkan kesenian tradisional. Seperti ketoprak dan nyanyi-nyanyian. Bakal digelar setiap malam Minggu. Para seniman yang tergabung dalam Dewan Seni Magetan (DSM) bakal mengisinya. Bambang mengaku sudah ada kerja sama dengan para seniman tersebut. Mereka sangat antusias karena mendapatkan wadah untuk menyalurkan bakat. Sehingga kreativitas mereka tidak terbelenggu. ’’Supaya teman-teman seniman ini mendapat tempat untuk melestarikan kebudayaan,’’ katanya.

Selain dimeriahkan oleh seniman, tidak tertutup kemungkinan bakal digunakan pula oleh para pelajar. Bambang bakal berkoordinasi dengan dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disparbud) dan Cabang Pendidikan Wilayah Magetan. Para pelajar juga harus mendapat tempat menyalurkan bakat mereka. Itu juga untuk meminimalkan para remaja agar tidak menggunakan waktu luang mereka untuk kegiatan yang negatif. ‘’Kami berusaha untuk menyediakan fasilitasnya,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here