Sukoroncong, Grup Musik Keroncong Rasa Kekinian

47
ANAK MUDA: Personel Sukoroncong usai tampil mengisi acara di Magetan beberapa waktu lalu.

Siapa bilang keroncong hanya dimainkan dan dinikmati kalangan lansia. Lewat inovasi bermusiknya, grup Sukoroncong mampu menjadikan lagu-lagu keroncong nyaman di telinga anak muda.

———

DILA RAHMATIKA, Madiun

ALUNAN musik keroncong terdengar dari sebuah rumah Jalan Sukoyono, Josenan, malam itu. Suara tersebut berasal dari kamar yang telah disulap menjadi studio. Di dalamnya tampak belasan orang asyik memainkan instrumen masing-masing, mulai gitar, bas, cello, cuk, biola, hingga flute.

Uniknya, beberapa lagu yang dimainkan grup Sukoroncong tersebut aslinya bergenre pop. Di antaranya, Selow milik Wahyu yang belakangan banyak di-cover sejumlah penyanyi lain termasuk Via Vallen. Dengan sentuhan keroncong, tembang itu terasa memiliki nuansa berbeda, namun tetap nyaman di kuping. ‘’Sukoroncong berasal dari kata Jalan Sukoyono dan keroncong,’’ ujarnya.

Satu jam berlatih, Krisna Nur Afandi, bassist Sukoroncong, mulai mengedit video latihan malam itu.  Hasil editan kemudian diunggah ke YouTube dan akun Instagram mereka. ‘’Sebelum tampil saya yang paling sibuk karena harus nyeting kamera juga,’’ kata Krisna.

Sukoroncong saat ini digawangi Krisna, Galih, Fajar, Kusnadi, Arif, Anissa, Vera, Wawan, Yudi, dan Liza. Mayoritas masih berusia muda. Uniknya, separo dari personel grup keroncong itu memiliki hubungan kekerabatan dekat.

Sukoroncong kali pertama tampil di depan publik saat memeriahkan HUT kemerdekaan RI pada 2017 lalu. ‘’Satu bulan kami latihan. Vokalisnya bude. Waktu itu, latihannya di rumah ketua RT,’’ kenang Krisna. Penampilan perdana itu lantas diunggah ke akun Instagram pribadinya.

Singkat cerita, ketika tetangga sebelah rumahnya akan melangsungkan pernikahan, Krisna memberanikan diri menawarkan Sukoroncong tampil menghibur undangan secara gratis. Sejak itulah grup ini laris diundang memeriahkan acara wedding. Sebuah komunitas sejarah juga pernah meminta Sukoroncong tampil dalam acara diskusi. ‘’Nggak lama setelah itu diundang manggung di RRI,’’ tuturnya.

Nama Sukoroncong semakin berkibar ketika Pemkot Madiun mengundang Krisna dkk mengisi acara Madiun Tempo Doeloe. Pada momen itu pula mereka bertemu Yudi, seorang musisi keroncong senior lokal. ‘’Beliau senang ada anak muda yang main keroncong. Sejak itu Pak Yudi jadi pelatih dan pendamping kami,’’ ungkapnya.

Atas saran Yudi, Sukoroncong akhirnya melengkapi instrumen musiknya dengan dengan cello, cak dan cuk yang disebut sebagai ruh musik keroncong. Akhirnya, sebagian uang tabungan dimanfaatkan untuk membeli satu set musik keroncong lengkap seharga Rp 5 juta.

Kini, saban bulan ada saja tawaran manggung yang mampir ke Krisna dkk. Bahkan, saat ini jadwal pentas mereka padat sampai November mendatang. Pun, saat tampil di Hi Jadi Magetan, aksi mereka mampu mencuri perhatian Bupati Suprawoto.

Berkat penampilan Sukoroncong, semakin banyak anak muda yang menggandrungi musik keroncong. Apalagi, di setiap penampilannya Krisna dkk kerap ‘’mengeroncongkan’’ lagu-lagu pop. ‘’Saat ini ada dua remaja yang les keroncong di sini. Rencananya, nanti ada Sukorononcong dengan personel kelompok remaja,’’ imbuh Wawan, personel lainnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here