Sukarni Mustofa yang Mengeluti Usaha Susu Kedelai

21
PRODUKSI: Sukarni Mustofa memulai usaha susu kedelai delapan tahun silam.

Beribu jalan datangnya rezeki. Seperti Sukarni Mustofa yang sukses dengan usaha susu kedelai. Tiga anaknya bisa kuliah dari hasil jualan minuman segar itu.

——————

DENI KURNIAWAN, Ngawi

AROMA rebusan sari kedelai menusuk hidung saat berada di salah satu rumah di Desa Dempel, Geneng, Ngawi. Bau khasnya kian menyengat kala kelambu pintu dapur rumah itu disingkap. Di sana, Sukarni Mustofa, sang empu rumah dan Karmini, istrinya sedang sibuk. Masing-masing menghadap dua buah panci yang mengeluarkan asap pekat. Menyaring buih-buih putih, memasukkan beberapa lembar daun pandan, dan mengaduknya. ‘’Membuat susu kedelai jadi pekerjaan sehari-hari,’’ kata Sukarni.

Meski susu kedelai tersebut dikemas sederhana di plastik, omzet minuman itu per bulannya jutaan rupiah. Hasilnya, Sukarni sanggup menyekolahkan tiga anaknya sampai perguruan tinggi. Pasar Pojok dan Kendung adalah lokasi tetap berjualannya. Meski sudah ada jujukan menitipkan dagangan, pria 66 tahun itu tak bisa berdiam diri. Dia masih berjualan sebagai mana yang dilakukan ketika usahanya itu dirintis. ‘’Biar punya kesibukan dan tidak jenuh di rumah,’’ ujarnya.

Sukarni menggeluti bisnis susu kedelai 2011 silam. Terdesak mencari mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Hingga akhirnya mengetahui bahwa kedelai bisa diolah menjadi susu. Perjuangan dimulai dengan menemukan resep paten hasil percobaan. ‘’Butuh waktu setahun sebelum berani memproduksi dalam jumlah banyak hingga dipasarkan,’’ ucap kakek empat cucu tersebut.

Sanggup memproduksi minuman segar, Sukarni harus kerja keras memasarkannya. Dia berkeliling mencari pelanggan menggunakan sepeda. Tidak jarang setelah kaki pegal-pegal berkeliling, dagangannya tersisa banyak. Belum lagi ada selentingan miring tentang produk buatannya. ‘’Ada yang bilang menyebabkan sakit perut,’’ katanya. ***(cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here