Madiun

Sukamto, Anggota Tertua KPU, All Out Jalankan Tugas Negara

MADIUN – Pemilu 2019 cukup menyita energi Sukamto. Apalagi, usianya sudah terbilang tidak muda. Meski begitu, ketua Divisi Hukum KPU Kota Madiun itu tak mau setengah hati menjalankan tugas negara.

Satu persatu tahapan Pemilu 2019 di Kota Madiun selesai. Terakhir, ditandai rapat pleno rekapitulasi oleh KPU setempat kemarin (1/5). Namun, bukan berarti Sukamto lantas bisa berleha-leha. ‘’Pengalaman pilkada lalu, beberapa kali ke Jakarta menghadapi gugatan sidang MK,’’ katanya.

Sukamto menjabat sebagai ketua Divisi Hukum KPU Kota Madiun sejak 2014 silam. Tupoksinya terbilang rumit dan kompleks. Mulai pembuatan rancangan keputusan, verifikasi parpol, verifikasi DPD, pelaporan dana kampanye, menelaah hukum, hingga mengurai sengketa pemilu.

Sebelum terlibat dalam lembaga kepemiluan, bapak dua anak ini merupakan akademisi di Universitas Merdeka (Unmer) Madiun. Jika sebelumnya biasa berhadapan dengan mahasiswa, di KPU tugasnya bersinggungan langsung dengan masyarakat.

‘’Tidak hanya ditarget harus selesai jumlah dan waktu yang tepat serta kredibilitas, ancamanya bisa masuk pidana ketika menghadapi regulasi system. Contoh kecil ada perhitungan suara harus selesai ada hukumnya,’’ jelasnya panjang lebar.

Sejak menjabat ketua divisi hukum, Sukamto dan koleganya di KPU merasakan nasib yang sama. Jarang menikmati waktu bersama dengan keluarga di rumah. Pun, arisan di lingkungan RT kerap absen. Itu dirasakan sejak akhir 2017, bersamaan dimulainya tahapan pemilu. ‘’Saya kerja di KPU mulai 12 Juni 2014 sampai 11 Juni 2019 nanti,’’ paparnya.

Beruntung, anggota keluarga memahami kesibukannya dalam menajalankan tugas negara. ‘’Dua anak saya di luar kota semua, di rumah bersama istri. Kami terakhir kumpul bareng dengan anak-istri itu Januari lalu,’’ ungkap alumnus Pascasarjana Hukum Unmuh Malang ini.

Di kalangan pegawai KPU, warga Jalan Ngebong, Banjarejo, Kota Madiun, merupakan anggota tertua.  Agustus mendarang usianya genap 59 tahun. Karena itu, Sukamto berusaha menjaga kesehatan dengan mengelola waktu sebaik mungkin. Di antaranya, menyempatkan beristirahat meski hanya lima menit. ‘’Nongkrong, ngopi sampai malam, juga nggak. Bukannya tidak mau, tapi fisik sudah bukan zamannya,’’ ujarnya.

Sukamto lega dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memperpanjang waktu penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS maksimal 12 jam sejak berakhirnya pemungutan pukul 12.00. ‘’Saya melihat jajaran KPPS demikian gigih melaksanakan tugas negara, betul-betul menyentuh hati. Seolah-olah tidak memikirkan fisik karena tuntutan tugas,’’ paparnya. ***(isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close