Suka Duka Kasmini Berdagang Ikan Hias Selama 35 Tahun

74
KONSISTEN: Kasmini tidak hanya menjual ikan hias, tapi juga akuarium dan perlengkapannya.

Separo usia Kasmini dihabiskan untuk berjualan ikan hias. Sebelum membuka kios, nenek 62 tahun ini berkeliling dari satu kota ke kota lainnya. Dagang nomaden itu dilakoni selama 23 tahun.

———— 

DENI KURNIAWAN, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

SEKALI mengayun, Kasmini berhasil menjaring beberapa ekor ikan dari akuarium. Satu per satu dimasukkan wadah plastik bening. Ikan yang semula terkapar di dalam jaring, seketika berenang riang. Seseorang dengan wajah tak kalah senangnya pergi membawa ikan tersebut. ‘’Yang baru saya jual itu jenis gurami albino,’’ kata Kasmini.

Warga Jalan Ronggowarsito, Baleharjo, Pacitan, itu berjualan ikan hias selama 35 tahun. Sekitar 23 tahun dilakukan dengan berkeliling. Lingkupnya bukan antarkampung, melainkan antarkota. Seperti Jogjakarta, Malang, Nganjuk, dan Surabaya. Ngekos hingga nekat bermalam di masjid. Pekerjaan nomaden itu dilakoni bersama almarhum suaminya. Sebelum akhirnya berhenti dan memfungsikan rumahnya sebagai kios 2008 silam. ‘’Saya pindah dari Kediri ke Pacitan,’’ terangnya.

Nenek 62 tahun itu memiliki 50 jenis ikan hias yang siap dijual. Seperti anakan nila seharga Rp 1.000 per ekor hingga arwana kelas biasa Rp 300 ribu per ekor. Kiosnya juga menyediakan pakan ikan dan akuarium komplet dengan perlengkapannya. Omzetnya rata-rata sehari Rp 200 ribu. ‘’Bisanya cari duit hanya jualan ikan hias,’’ ucap perempuan yang memiliki delapan cucu dari empat anak tersebut.

Berjualan ikan hias tidak segampang yang dilihat. Kasmini pernah mendapati banyak ikannya mati ketika awal pindahan. Kala itu, ikan yang dipasok dari Kediri langsung dimasukkan akuarium. Tidak menyadari bahwa air di Kota 1.001 Gua mengandung kapur. Akibatnya, ikan tidak bisa langsung beradaptasi. ‘’Mendiamkan air sehari semalam sebelum dimasuki ikan,’’ ujarnya seraya menyebut metode itu selalu disampaikan kepada para pembeli.

Selain mengarantina, beberapa jenis ikan harus diberi cahaya ultraviolet dari lampu neon warna ungu. Tujuannya menjaga suhu air. ‘’Biar lebih hangat dan bertahan ketika hawa dingin seperti saat ini,’’ jelasnya.

Selain mati, ikan jualan Kasmini sering dicuri. Teranyar terjadi Senin lalu (19/8). Sebelas ekor ikan cupang seharga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu hilang. ‘’Botol wadah ikan yang dibuang ditemukan anak sekolah (siswa SMPN 2 Pacitan, Red),’’ ungkapnya. ***(cor/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here