Tak Ada Ampun, Satpol PP Tertibkan PKL Langgar Jam Berjualan

176

MADIUN – Selalu saja ada pedagang kaki lima (PKL) melanggar. Aturan jam berjualan yang sudah digariskan diterjang. Sebagai ganjarannya, para PKL itu kemarin (19/12) ditertibkan satpol PP setempat.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madiun, sasaran pertama petugas satpol PP yang di-back up anggota TNI dan Polri adalah Jalan HOS Cokroaminoto. Namun, mereka sudah tidak mendapati PKL yang berjualan di luar ketentuan. Begitu juga di Jalan Musi. Jalan tersebut steril dari aktivitas PKL.

Petugas penegak perda itu baru dibuat sibuk ketika melintas di Jalan Kapuas. Di lokasi tersebut mereka melihat dua pedagang kembang dan satu pedagang buah yang menggelar lapak dagangannya di trotoar sehingga menutup jalur pedestrian. ’’Kami minta untuk pindah (ke dalam Pasar Sleko, Red),’’ kata Sunarto, Plt kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Madiun.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sempat mengamankan gerobak PKL yang dionggokkan di trotoar. Selanjutnya gerobak itu diangkut ke mobil satpol PP. ’’Yang bersangkutan bisa mengambilnya di kantor satpol PP. Tentunya terlebih dahulu kami lakukan pendataan dan pembinaan agar tidak meninggalkan lapak atau gerobak di luar jam yang ditentukan,’’ jelas Sunarto.

Pelanggaran jam berjualan PKL juga didapati di sekitar alun-alun Kota Madiun. Seharusnya di kawasan alun-alun baru diperbolehkan berjualan mulai pukul 12.00. Namun, kemarin petugas ketika datang pukul 10.30 sudah ada PKL yang menggelar lapak di sisi timur. Petugas kemudian mendata identitas PKL tersebut dan memberikan pembinaan langsung di lokasi. Tapi, karena dianggap telah melanggar ketentuan meja yang sedianya akan dipakai berjualan, pedagang itu diangkut ke mobil satpol PP.

Sunarto menerangkan, penertiban mengacu Perda 14/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL dan Perwali 14/2016 sebagai petunjuk pelaksanaannya. Berdasar peraturan, sebelah timur jalan mulai Gang Punthuk sampai Jalan Sarean, jadwal berjualan PKL diatur. Mereka bisa menggelar lapak dagangannya mulai pukul 18.00—24.00. ’’Tadi para PKL sudah kami beri pembinaan untuk tidak melanggar aturan jam berjualan. Kalaupun tetap ingin berdagang, jangan di trotoar atau pinggir jalan. Supaya ada akses bagi pejalan kaki,’’ jelas pria yang merangkap jabatan sebagai kasi pengamanan dan pengawalan tersebut.

Begitu juga di kawasan alun-alun Kota Madiun. Pedagang dilarang berjualan sebelum pukul 12.00. Aturan serupa juga berlaku bagi PKL di bundaran Taman Praja. Terutama pedagang yang berjualan di sebelah timur dan selatan bundaran. Kemudian, Jalan Sedoro dan Jalan Dawuhan timur jalan.

Sejauh ini pemkot berupaya membebaskan sejumlah titik utama dari PKL. Selain berupaya mengembalikan fungsi semula, pemkot berencana menambah ruang terbuka hijau (RTH) dan meningkatkan pelayanan publik. ’’Kebetulan penertiban ini bersamaan jelang tahun baru. Di mana akan banyak tamu dari luar kota yang datang. Sehingga jika tidak tertib, tamu akan memandang Kota Madiun kumuh,’’ imbuh Sekretaris Satpol PP Kota Madiun Bambang Sediyono. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here