Sudah Sepi, Pasar Lanang Ponorogo Tak Terurus

54

PONOROGO – Keluhan mengemuka dari Pasar Legi Selatan/Pasar Lanang. Tidak hanya sepi, kondisi bangunannya semakin tak terurus. Membuat denyut transaksi niaga di pasar tersebut semakin melemah dari hari ke hari. Pedagang setempat berharap bisa ikut diboyong ke Pasar Legi baru yang akan dibangun Kementerian PUPR mulai tahun ini. ‘’Mengandalkan pendapatan dari sini saja (Pasar Lanang, Red) sulit,’’ keluh Sundari, pedagang busana setempat.

Sundari berdagang di Pasar Lanang sejak 1980-an. Bersama dirinya, ada sekitar 500 pedagang yang terdaftar di pasar tersebut. Sekarang, tinggal seratusan yang bertahan. Menurut Sundari, sebagian pedagang juga berjualan secara tercecer di tempat-tempat lain. Mereka meyakini tidak akan hidup jika menggantungkan berjualan di Pasar Lanang. ‘’Kalau Minggu, sebagian juga berjualan di car free day. Kalau di sini saja, mana bisa untung,’’ ujarnya.

Diperparah kondisi yang semakin tak terawat. Memasuki musim penghujan, omzet para pedagang berkurang drastis lantaran kondisi pasar yang tak layak. Siapa pun enggan shopping di pasar tradisional tersebut. Pantauan Jumat lalu (25/1), banyak lorong yang dipenuhi genangan. Denyut transaksi seolah tak terasa di Pasar Lanang.

‘’Setiap hujan, sudah seperti kolam. Kami pilih tutup daripada dagangan basah kena hujan,’’ beber Sundari.

Harapan pedagang, mereka dapat difasilitasi ruang niaga di Pasar Legi baru yang akan dibangun Kementerian PUPR mulai tahun ini. ‘’Kami berharap bisa ikut pindah ke Pasar Legi baru. Kalau bersama-sama, semoga pendapatan bisa lebih meningkat,’’ harapnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here