Pacitan

Sudah Ditetapkan Kejadian Luar Biasa, 877 Warga Pacitan Terjangkit Hepatitis A

PACITAN – Wabah hepatitis A yang menjangkiti warga di Pacitan wilayah timur Pacitan membuat berbagai kalangan resah. Sebab penyakit kuning itu tergolong mudah menular melalui makanan yang terkontaminasi. Sampai saat ini tercatat sudah 877 kasus. Pemkab sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). ’’Takut sebenarnya karena asal penyakitnya gak kelihatan jadi kita warga tak tahu apa sudah terjangkit atau belum,’’ ujar Sutrisno salah seorang pedagang Pasar Minulyo Pacitan.

Meski tak mengancam nyawa, namun minimnya sosialisasi akan bahaya dan proses penyebaran tersebut kian membuatnya resah. Pasalnya, menjadi pedagang pasar saban hari dirinya terlibat kontak dengan ratusan warga yang berbelanja. Terlebih, Pasar Minulyo sendiri jadi pusat perdagangan warga dari penjuru Pacitan. Tak terkecuali Sudimoro dan Ngadirojo dengan jumlah penderita hepatitis terbanyak. ’’Sampai saat ini belum ada sosialisasi jadinya waswas, takutnya kalau nanti sampai Pacitan (kota, Red),’’ terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Eko Budiono menambahkan saat ini pihaknya tengah membendung penyebaran penyakit tersebut. Dia mengklaim meski secara komulatif penderita bertambah namun jumlahnya tak sesignifikan beberapa hari sebelumnya. Per kamis (27/6) misalnya, jumlah penderita sendiri secara keseluruhan mencapai 824 pasien. Sementara sehari setelahnya naik menjadi 877 pasien. ’’Semoga gak ada yang masuk lagi,’’ harap Eko.

Eko mengimbau warga meningkatkan pola perilaku sehat. Termasuk cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan selepas dari toilet. Pasalnya, proses penyebaran penyakit tersebut berasal dari virus yang ada dalam sistem ekskresi manusia. Pun pasien yang menderita wajib menghindari menjamah makanan, baik memilih bahan maupun memasak dan menyajikan. ‘’Masaklah nasi sampai mendidih dan tunggulah beberapa menit baru dimakan,’’ paparnya.

Hingga jumat (28/6) lalu dinkes mencatat jumlah penderita hepatitis A mencapai 877 pasien. Jumlah tertinggi berasal dari wilayah puskesmas Sudimoro dengan 493 penderita. Disusul Ngadirojo 149 penderita. Sedangkan sisanya menyebar di beberapa layanan puskesmas lain. Antara lain, Sukorejo (68 orang), Tulakan (62), Wonokarto (38), dan Arjosari (3). Berikutnya Puskesmas Bubakan 19 orang, Tegalombo 4, dan Ketrowonojoyo 1 orang. ’’Dari jumlah tersebut 53 orang diantaranya masih menjalani rawat inap,’’ pungkasnya. (gen/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close