Sudah Diresmikan, Puskesmas Punung Masih Gunakan Gedung Lama

75

PACITAN – Proyek pembangunan Puskesmas Punung sudah rampung. Bahkan sudah diresmikan. Tepatnya pada 24 Januari 2018 lalu bersamaan tiga puskesmas lainnya. Yakni, Kalak, Pakisbaru, dan Jeruk. Namun, pelayanan di Puskesmas Punung belum maksimal. Sebab, baru tiga kamar rawat inap yang difungsikan. ‘’Pelayanan masih tiga kamar,’’ kata Kepala Puskesmas Punung Imam Sujono kemarin (30/1).

Sejatinya Puskesmas Punung baru menyediakan 12 kamar rawat inap. Enam di antaranya VIP, selebihnya umum. Selain di tiga kamar tersebut, rawat inap masih menggunakan gedung lama. Pengoperasian bakal diaktifkan normal setelah pindahan. ‘’Ini mulai usung-usung,’’ ujarnya.

Menurutnya, normalisasi pelayanan bakal dilakukan bertahap. Dalihnya, pindahan butuh waktu lama lantaran barang dan perlengkapan perawatan tidak sedikit.  Pun terdiri dari masing-masing poli. Sedangkan teknisinya hanya satu orang yang harus menangani peralatan khusus seperti sterilisator dan lainnya. ‘’Bukan seperti pindahan rumah,’’ tuturnya.

Imam belum bisa membeber kapan proses pindahan dan normalisasi pelayanan tuntas. Dia mengungkapkan pengoperasian tiga kamar tidak memengaruhi pelayanan. Sebab, tidak setiap hari ada pasien rawat inap. ‘’Sekadar rawat jalan. Jadi tidak masalah,’’ klaimnya.

Sedangkan Rokib, kepala Tata Usaha Puskesmas Punung, sempat menyebut pembangunan puskesmas baru membuat pelayanan kurang maksimal. Dari 12 kamar, hanya tiga yang dioperasikan. Solusinya, sebagian pasien dirujuk ke RSUD dr Darsono Pacitan. Itu jika butuh perawatan lebih tiga hari. ‘’Sebenarnya dulu mau ditutup, tapi nggak enak karena melayani masyarakat yang mau opname di Punung. Kalu ditolak tidak enak. Akhirnya kita buka tiga saja, jika dua sampai tiga hari belum sembuh, kami rujuk,’’ jelasnya.

Dia juga menyebut pembangunan Puskesmas Punung baru belum sempurna. Kamis lalu (24/1) pegangan tangga belum terpasang. Sedangkan pengecatan kurang rapi. Pengecatan kedua butuh jeda satu hingga dua minggu karena pekerjaan sebelumnya dikebut. Untuk menyempurnakannya, rekanan masih memiliki masa pemeliharaan. ‘’Bangunan bisa selesai saja sudah alhamdulillah,’’ ucapnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here