303 APK Ditertibkan Bawaslu Selama Masa Kampanye

105

PONOROGO – Pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu 2019 selama masa kampanye terus terjadi. Paling banyak pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang tidak sesuai ketentuan. Baik itu APK pilpres maupun pileg. ‘’Tetap akan kami tertibkan,’’ kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Marji Nur Cahyo.

Selama masa kampanye, bawaslu menemukan sekitar 303 APK yang melanggar aturan. Seperti dipaku di pohon dan dipasang melintang di jalan. Semua APK tersebut telah ditertibkan.

Adapun temuan APK melanggar tersebut tersebar di seluruh wilayah Ponorogo. Misalnya, di Kecamatan Babadan, Ponorogo, dan Jenangan. Sebelum ditertibkan, bawaslu lebih dulu menyurati partai politik (parpol) terkait keberadaan APK yang melanggar aturan itu.

Kendati sudah berulang kali ditertibkan, masih ada saja APK yang pemasangannya tidak sesuai ketentuan. Termasuk APK yang berisi dukungan kepada salah satu calon presiden dan wakil presiden. Padahal, pemasangan APK sejenis itu tidak termasuk yang difasilitasi oleh KPU. Namun, sudah banyak bertebaran di jalan protokol Ponorogo.

Meski begitu, Marji menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam jika mendapati pemasangan APK yang melanggar aturan. Dengan harapan, pelaksanaan tahapan kampanye Pemilu 2019 bisa berjalan kondusif di Ponorogo. ‘’Ini untuk menjaga kondusivitas (politik) di Ponorogo agar tetap sejuk dan kondusif selama tahapan Pemilu 2019,’’ ujarnya.

Sesuai hasil kesepakatan yang disusun bersama dengan pemkab, bawaslu, KPU, beserta parpol saat sosialisasi kampanye beberapa waktu lalu, kata Marji, ada beberapa tempat yang harus steril dari pemasangan APK. Antara lain, di sekitar lembaga pendidikan, tempat ibadah, serta kantor milik pemerintah. ‘’Selain itu, dalam perda mengatur teknis mengenai pemasangan reklame. APK termasuk dalam jenis reklame. Sehingga, fungsi penertibannya bisa dikoordinasikan juga dengan satpol PP setempat,’’ terangnya. (naz/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here