Sudah 24 Ribu Liter Air Bersih Dipasok ke Paju

92

PONOROGO – Hari ini sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) rapat koordinasi bersama Bupati Ipong Muchlissoni. Guna mengurai beragam persoalan mulai pendataan hingga langkah konkret yang perlu dilakukan ke depan. ‘’Kerugian materiil masih diinventarisasi. Besok (hari ini, Red) akan dipaparkan dinas terkait,’’ kata Kepala BPBD Imam Basori kemarin (11/3).

Kemarin BPBD juga menggelar rapat internal. Seluruh kepala bidang (kabid) di BPBD baru keluar ruang kerjanya sekitar pukul 11.00. Begitu pula Imam, yang langsung menghampiri sejumlah awak media. Namun, Imam belum memerinci data kerugian materiil pascabanjir. ‘’Masih menunggu data dari OPD teknis supaya lebih valid,’’ ujarnya.

Imam pun memastikan personelnya terus bersiaga memantau perkembangan kondisi terkini di Paju. Sekaligus menginventarisasi kebutuhan warga terdampak banjir. ‘’Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Personel kami siagakan 24 jam. Memantau cuaca dari waktu ke waktu,’’ tuturnya.

Hingga kemarin, sudah 24 ribu liter air bersih dipasok BPBD ke Paju. Belum termasuk dari PDAM setempat, jika diperlukan. Per hari, BPBD mengirim satu truk penyuplai air bersih ke kelurahan tersebut. Satu truk mampu mengangkut enam liter. ‘’Sumur warga tentu ada yang keruh dan tidak layak konsumsi,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo bakal merehabilitasi rumah Rumiyati. Konstruksi rumah nenek 65 tahun asal Kelurahan Paju itu memang sudah lapuk. Laporan kerusakan rumah terdampak banjir itu pun telah masuk ke pemkab. Rehabilitasinya nanti dilewatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo. ‘’Kami sudah cek lokasi, segera kami tindak lanjuti,’’ tegas Kadinsos Ponorogo Sumani.

Saat ini petugas masih melakukan pemulihan di wilayah tedampak banjir. Meliputi enam kecamatan mulai Ponorogo Kota, Siman, Kauman, Sukorejo, Balong, hingga Slahung. Dinsos pun menurunkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). ‘’Petugas kami masih di lapangan untuk membantu proses pemulihan,’’ terangnya.

Dampak sosial dan psikologi pascabencana terus dilakukan. Selain trauma healing, bantuan kebutuhan pokok juga masih terus disalurkan. ‘’Warga sangat mengharapkan kehadiran pemerintah. Ini yang kami terus lakukan sampai proses pemulihan usai,’’ jelasnya. (mg7/naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here