Madiun

Suarakan Keadilan, Ribuan Mahasiswa Madiun Kenakan Pakaian Serbahitam

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan mahasiswa menghitamkan kawasan Bundaran Serayu Kamis (26/9). Agen perubahan itu dari delapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) delapan kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Madiun dan Cipayung Plus (PMII, HMI, GMNI, dan PMKRI).

Dalam aksi damai sejak pukul 10.00 itu, semua kompak mengenakan pakaian serbahitam berpitakan merah putih. Poros gabungan berkumpul di titik Bundaran Serayu. Tak lama berselang, ribuan mahasiswa dari Universitas PGRI Madiun (Unipma) berbaris panjang dari arah Taman Praja, turut bergabung. ‘’Lembaga KPK harus benar-benar kuat untuk menumpas korupsi. Kami tolak RUU KPK,’’ kata Trio Setyo Pambudi, koordinator Cipayung Plus.

Selanjutnya, mahasiswa menolak RUU KUHP. Revisi sederet aturan hukum itu dianggap mengandung pasal karet. Sejauh ini pun cukup menimbulkan pro kontra di masyarakat. Usai menyuarakan aspirasinya, ribuan mahasiswa bergeser ke Gedung DPRD Kota Madiun sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sejam berselang, sepuluh perwakilan mahasiswa menggelar audiensi bersama ketua DPRD, wali kota, kapolres, dan dandim. ‘’Kami sudah mengantongi surat izin dari kepolisian. Kami pun mengantisipasi adanya provokasi,’’ ungkapnya.

Banyaknya mahasiswa yang turut serta dalam aksi damai sempat membuat kawasan Bundaran Serayu dan Jalan Taman Praja lumpuh. Aksi damai itu dikawal ratusan aparat gabungan dari Polres Madiun Kota, TNI, satpol PP, dinas perhubungan (dishub), dan Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Madiun. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close