Struktur Tanah Jalan Ponorogo-Pacitan KM 227 Labil

30

PONOROGO – Butuh analisa mendalam sebelum ruas jalan Ponorogo-Pacitan dapat ditangani. Hal itu diungkap Pengawas Lapangan BBPJN VIII Surabaya Imam Safei. Imam menyebut, kondisi tanah di kilometer 227 ruas jalan penghubung dua kabupaten itu labil. Sehingga, berpotensi rusak kembali jika jalan langsung diperbaiki. ’’Struktur tanah di lokasi tidak stabil. Kami baru bisa tangani ketika sudah ada kepastian hasil dari tes di lapangan,’’ ujar Imam.

Imam sempat meninjau langsung lokasi keretakan bersama sejumlah pejabat terkait, Senin lalu (1/4). Data yang dia peroleh di lapangan, ada pergeseran tanah yang menjalar dari puncak bukit di sisi utara jalan. Garis retakan tersebut mengarah sampai ke tebing dan badan jalan. ’’Pergerakan tanah ini cukup pesat. Bisa mengakibatkan pergeseran sepanjang hampir 300 hingga 500 meter dari atas bukit. Faktor curah hujan ikut menjadi penyebab pesatnya pergerakan tanah,’’ urainya.

Padahal, lanjut Imam, pihaknya sudah melakukan perbaikan terhadap jalan yang statusnya milik provinsi tersebut. Karena tak ingin muspro lagi, pihaknya baru akan melakukan penanganan setelah ada tes menyeluruh terhadap kondisi tanah di kilometer 227. ’’Akan ada tes terlebih dahulu terhadap bagaimana struktur tanah disini (kilometer 227). Karena kalau ditangani dulu, takut salah (penanganan). Jadi tunggu kepastian dari tes dulu,’’ kata Imam.

Persoalan menjadi pelik lantaran ruas tersebut merupakan penghubung utama Ponorogo-Pacitan. Jalan tersebut cukup dipadati kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan kelas berat. Pun tak lama lagi, akan menghadapi momen mudik Lebaran. Imam lantas mengemukakan solusi sementara menyambut momentum tahunan tersebut. ’’Solusi sementara menghadapi arus mudik nanti, arus kendaraan berat yang menuju Pacitan dialihkan melalui Tambakbayan-Purwantoro (Wonogiri),’’ ujarnya.

Untuk sementara ini, ruas kilometer 227 hanya dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Namun, Imam memastikan sistem buka tutup di ruas tersebut bisa saja diubah. ’’Tidak menutup kemungkinan ketika hujan lebat kami tutup sementara. Karena potensi bahayanya sangat besar. Saat ini, semua pihak masih terus memantau perkembangannya,’’ sebut Imam. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here