AdvertorialPonorogo

Struktur Pasar Legi Hampir Jadi

Pekerjaan Fisik Selesai Desember

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dua pekan ke depan jadi waktu krusial bagi PT Adhi Persada Gedung (PT APG). Sebab, kontraktor pelat merah itu menargetkan seluruh pekerjaan struktur Pasar Legi Ponorogo selesai. Sehingga, tinggal penyempurnaan. ‘’Struktur paling lambat 20 Agustus akan kami selesaikan semua,’’ kata Project Manager PT APG Agung Dwi Mulyana Rabu (5/8).

Hingga kemarin, progres megaproyek Pasar Legi sudah mencapai 30 persen. PT APG membagi pekerjaan struktur pasar senilai Rp 133 miliar itu dalam dua item. Pertama, pembangunan struktur lantai 1-4 yang mencakup luas 6.300 meter persegi (per lantai) dan 2.205 meter persegi untuk area atap. Kedua, pekerjaan struktur atap dengan total rangka baja pipa yang dipasang 15 set.

Agung mengklaim tidak menemui kendala berarti. Hanya, pandemi Covid-19 sedikit menghambat pengadaan logistik dan tenaga kerja. Beruntung, tidak sampai membuat bengkak biaya lantaran acuan harga material adalah harga lama sebelum pandemi. ‘’Sama seperti pembangunan pasar di daerah-daerah lain, animo masyarakat cukup besar. Sehingga mendapat dukungan penuh,’’ ungkapnya.

Jika pekerjaan struktur selesai tepat waktu, rekanan dapat menghela napas. Pekerjaan tersisa tinggal arsitektur dan mechanical engineering (ME). Beberapa item pekerjaan tersebut mencakup finishing lantai, pengecatan dinding, pembuatan fasad, pemasangan instalasi listrik, alarm, dan lainnya. ‘’Seluruh pekerjaan fisik akan diselesaikan Desember 2020. Untuk ME, Januari-Februari 2021,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Munggah Molo, Wujud Syukur Kelancaran Proyek

PROSESI munggah molo menandai babak baru pembangunan Pasar Legi Rabu (5/8). Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengikuti prosesi tersebut dari awal hingga akhir. Upacara adat ini digelar sebagai simbol rasa syukur kepada Allah atas kelancaran megaproyek senilai Rp 133 miliar itu. ‘’Sekaligus menandai pekerjaan struktur yang segera selesai seratus persen,’’ kata Ipong.

Ipong menyebut ritual munggah molo lazim dilakukan masyarakat Jawa sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan harapan agar pembangunan dapat berjalan lancar. Serta diliputi berkah dari Tuhan. Rabu Pon kemarin dipilih lantaran dianggap hari baik. ‘’Karena wuku tolu, rangkaian prosesi dimulai sejak pukul 06.00 dengan khataman Alquran. Harapannya, Pasar Legi kelak bisa membawa berkah bagi masyarakat Ponorogo,’’ ujarnya.

Selanjutnya bupati beserta jajaran mengikuti prosesi penyiraman air kembang dan pembenaman paku emas di kuda-kuda atap yang akan dipasang di lantai empat. Ipong mengapresiasi progres megaproyek tersebut. Usai pekerjaan struktur tuntas, tinggal penyempurnaan interior, eksterior, dan mechanical engineering. ‘’Walaupun belum jadi, sudah terlihat bangunan Pasar Legi nanti bakal kokoh, aman, dan tentunya awet,’’ tuturnya.

Menurut Ipong, pembangunan Pasar Legi paling cepat tuntas enam hingga tujuh bulan ke depan. Dia minta pedagang bersabar. Sembari menunggu, bupati berharap para pedagang beradaptasi dengan konsep pasar yang baru. ‘’Pasar Legi nanti akan jadi modern. Jadi, pedagang juga harus beradaptasi, supaya pasar tetap bersih, sehat, dan nyaman,’’ urai Ipong. (naz/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close