Stop Kasus Candimulyo Lain, Dewan Bakal Sidak Pabrik Pencemar Lingkungan

50
SEMPAT ALOT: Suasana audiensi warga Desa Candimulyo, Dolopo, dengan manajemen PT Budi Starch & Sweetener beberapa hari lalu. DPRD bakal menyidak pabrik penebar bau busuk limbah tersebut.

MADIUN – Bau busuk limbah PT Budi Starch & Sweetener di Dusun Sidowayah, Candimulyo, Dolopo, Kabupaten Madiun, menusuk hidung wakil rakyat. Kalangan DPRD berniat mendatangi pabrik tepung tapioka itu demi mengetahui biang aroma busuk yang dikeluhkan warga setempat. ‘’Kami akan sidak (inspeksi mendadak, Red) ke lokasi,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Madiun Suwandi Jumat (19/7).

Wakil rakyat sejatinya mengagendakan sidak pabrik yang didirikan delapan tahun silam itu Kamis lalu (18/7). Merespons pemberitaan media massa ihwal puluhan warga setempat berunjuk rasa kepada manajemen pabrik. Menuntut bau busuk dihilangkan. Namun, rencana itu harus ditunda. Sebab, momennya bertepatan rapat paripurna istimewa Peringatan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Madiun. ‘’Waktu sidak dijadwal ulang. Kemungkinan usai rangkaian hari jadi,’’ ujarnya.

Menurut Suwandi, problem bau limbah pabrik tepung itu menahun. Sejumlah anggota dewan asal daerah pilihan (dapil) setempat kerap menerima keluhan dari warga. Selain menderita gangguan kesehatan, aktivitas juga terdampak saat aroma busuk limbah pengolahan singkong itu menyeruak. ‘’Kami sangat prihatin dengan kondisi itu,’’ tuturnya.

Sidak bakal dilaksanakan komisi D yang menangani bidang lingkungan hidup. Komisi yang diketuai Rudi Triswahono itu menelaah standardisasi sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) pabrik. Menemukan problem utama dan membantu mencari solusi. Persoalan limbah harus diurai hingga ke akarnya agar tidak berulang setiap tahun. ‘’Kasihan warga sekitar yang selalu terdampak setiap kali ada produksi,’’ ucapnya.

Suwandi menyebut rapat dengar pendapat (RDP) bisa digelar bila ditemukan masalah krusial dari hasil sidak. Hearing segitiga melibatkan komisi D dengan manajemen pabrik dan dinas lingkungan hidup (DLH). Bahkan tidak menutup kemungkinan mengundang organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ‘’Misalnya, kaitan perizinan dari DPMPTSP (dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, Red) dan dinas kesehatan untuk aspek kesehatan,’’ bebernya.

Di sisi lain, Suwandi minta DLH proaktif mengecek kondisi seluruh pabrik di kabupaten ini. Memantau proses pengolahan limbah dan baku mutunya. ‘’Mencegah agar tidak ada kasus Candimulyo lainnya di daerah lain,’’ pungkasnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here