Stok Blangko E-KTP El Menipis

73

PONOROGO – Stok blangko KTP Elektronik (E-KTP) di Ponorogo benar-benar menipis. Berdasarkan itung-itungan dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) setempat stok blangko E-KTP hanya tersisa 325 blangko. Padahal frekuensi penerbitan E-KTP tiap harinya cukup tinggi. ‘’Ini sudah menjadi rambu kuning bagi kami. Saat ini sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk permintaan blangko E-KTP,’’ kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo Vifson Suisno.

Vifson memperkirakan stok blangko yang tersedia hanya cukup melayani pengurusan E-KTP hingga kemarin (12/9). Tiap harinya pihaknya melayani sedikitnya 450-500 warga yang mengurus E-KTP. ‘’Saya rasa tidak hanya di Ponorogo saja, melainkan seluruh daerah di Indonesia merasakan hal yang sama,’’ lanjutnya.

Menurutnya stok blangko idealnya minimal harus ada seribu blangko. Itu untuk mengantisipasi kekurangan blangko. Stok blangko, kata dia, berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik. ‘’Saya pastikan blangko hari ini masih mencukupi untuk pelayanan hari ini,’’ ungkapnya.

Menipisnya stok blangko sebenarnya mulai dirasakan sejak awal bulan. Stok blangko yang tersedia waktu itu tinggal 2 ribu. Menurutnya pihaknya memperkirakan stok blangko yang ada tersebut hanya mampu mencukupi hingga empat hari saja. ‘’Ternyata masih bisa bertahan hingga saat ini,’’ sambungnya.

Menurutnya jumlah pengunjung menurun pada rangkaian kegiatan grebeg suro. Sehingga blangko yang ada cukup untuk melayani permintaan warga. Namun demikian, usai rangkaian kegiatan grebeg suro, kata dia, pengunjung kembali normal. ‘’

Dia menyebut warga setempat yang belum melakukan perekaman (17 tahun ke atas, Red) mencapai 18.754 jiwa. Atau sekitar 2,45 persen dari total 766.456 jiwa. ‘’Kalau yang sudah rekaman untuk 17 tahun ke atas prosentasenya mencapai 97,55 persen. Nah, yang belum rekaman tersebut nantinya yang ditakutkan terkendala karena masalah stok blangko yang menipis,’’ tuturnya.

Dia memastikan hal tersebut tidak berpengaruh terhadap pelayanan. Termasuk pelayanan jemput bola ke wilayah. Mulai sekolah-sekolah, kelurahan, dan instansi terkait. ‘’Jemput bola tetap kami laksanakan karena memang itu tupoksi kami. Intinya tugas kami memfasilitasi warga sebaik-baiknya,’’ imbuhnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pusat terkait permintaan blangko E-KTP sejak awal bulan lalu. Hanya saja, surat balasan baru diterima kemarin (12/9). Itu sekaligus kabar baik stok blangko E-KTP dipastikan aman. ‘’Petugas kami langsung berangkat untuk mengambil blangko tersebut. Hanya saja untuk jumlahnya berapa belum bisa kami informasikan,’’ tutupnya sembari menyebut pihaknya mengusulkan permintaan 30 ribu blangko E-KTP ke pusat. (mg7/rif)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here