STKIP PGRI Ngawi Gabung Unipma

2089
DEMI NGAWI: Rektor Unipma Parji bersama undangan dan manajemen STKIP PGRI Ngawi foto bersama usai acara peresmian.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kini STKIP PGRI Ngawi telah berubah nama menjadi Universitas PGRI Madiun (Unipma). Kampus yang dikenal dengan sebutan IKIP Ngawi tersebut resmi menyatukan diri dan berganti nama menjadi Unipma per 23 Agustus lalu.

Penyatuan itu dilakukan demi pengembangan perguruan tinggi yang lebih berkualitas, profesional, unggul, serta kompetitif. Unipma kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Jawa Timur dan masuk daftar 52 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan kemahasiswaan oleh Kemenristekdikti.

‘’Jadi, kalau di Ngawi sudah ada perguruan tinggi yang berkualitas, tidak perlu lagi jauh-jauh kuliah di luar kota,’’ kata Rektor Unipma Parji dalam sambutannya di acara peresmian penyatuan STKIP Ngawi dengan Unipma Kamis (19/9).

VISIONER: Rektor Unipma Parji optimistis penyatuan STKIP PGRI Ngawi dengan Unipma menjadi solusi terbaik untuk memajukan kebutuhan perguruan tinggi di Bumi Orek-Orek.

Selain Parji dan sejumlah perwakilan mahasiswa, acara yang dimulai pukul 09.00 tersebut dihadiri beberapa tamu penting. Di antaranya, ketua PPLP PGRI Madiun, kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, ketua umum PB PGRI pusat, serta kepala Dinas Pendidikan Ngawi.

Langkah STKIP PGRI Ngawi menyatukan diri ke Unipma disambut baik oleh Parji. Menurutnya, hal tersebut merupakan keinginan tulus manajemen STKIP PGRI Ngawi untuk meneruskan cita-cita dalam mencetak lebih banyak tenaga pendidik profesional yang berdaya saing global.

Untuk memperkuat brand Unipma, pihaknya bakal secepatnya melakukan sejumlah pembangunan di kampus Ngawi. Pun, dia berharap pemerintah daerah setempat juga membantu. ‘’Lokasi kampus Ngawi sangat strategis. Kami akan segera melakukan face-off agar eksistensi Unipma di Ngawi dikenal masyarakat,’’ jelas Parji.

Unipma saat ini memiliki 27 program studi (prodi). Yang terbaru ilmu hukum dan manajemen pajak. Hal itu sekaligus memudahkan calon mahasiswa mengambil jurusan sesuai minat dan kemampuannya. ‘’Mulai semester ini akan dibuka semua program studi di kampus Ngawi,’’ ujar Parji.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Soeprapto mengatakan, penggabungan STKIP Ngawi dan Unipma akan membawa pengaruh besar dalam pengembangan potensi sumber daya manusia di Ngawi. ‘’Perkembangan bidang pendidikan di Ngawi cukup pesat. Jumlah SDM yang mengenyam pendidikan hingga tingkat S-1 juga semakin banyak,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI pusat Unifah Rosyidi memberikan acungan jempol penyatuan STKIP PGRI Ngawi dan Unipma. Sebab, hal itu membuktikan kemampuan kedua kampus tersebut dalam mengurai persoalan administrasi dan pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) yang rumit. ‘’Ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya pemimpin yang visioner,’’ ujarnya.  (rio/c1/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here