Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun Konsisten Cetak SDM yang Unggul di Bidang Kesehatan

2020
BANGGA: Para wisudawan terbaik Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun dengan IPK tertinggi dari masing-masing program studi sesaat sebelum prosesi wisuda.

Sebanyak 337 mahasiswa Stikes Bhakti Husada Mulia (BHM) Madiun diwisuda hari ini. Enam mahasiswa lulus dengan predikat lulusan terbaik dari masing-masing program studi (prodi). Mereka merupakan produk SDM unggul yang berdaya saing internasional, beriman, dan bertakwa.

=====================

APRILIA FITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

HARI ini (28/9) bakal menjadi momen berharga bagi Ratih Kharismawati, Intan Ali Yustika Putri, Nurlina Kusumastuti, Icsesy Maritha, Alfan Rozi, dan Yona Hevi. Mereka merupakan peraih predikat cum laude di masing-masing program studi (prodi) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata di atas 3,7.

Keenamnya adalah mahasiswa di antara 337 wisudawan yang turut berbahagia pada wisuda program sarjana, diploma, dan profesi ners Stikes BHM Madiun. Ada hal menarik yang membawa mereka menjadi wisudawan terbaik di masing-masing prodi.

Ratih Kharismawati misalnya. Wisudawan terbaik dari prodi S-1 Keperawatan itu mengaku termotivasi ibunya Redjeki Eni yang merupakan seorang perawat. ‘’Ibu sering menceritakan secara detail bagaimana tugas dan tanggung jawab seorang perawat. Dari situ saya menjadi tertarik. Padahal, sebelumnya saya berniat ingin masuk jurusan K3,’’ ujarnya kemarin (27/9).

Karena itu, dirinya merasa bersyukur bisa meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,82. Hasil tersebut diraih berkat support dari orang tua serta para dosen Stikes BHM Madiun. ‘’Tidak dapat diucapkan dengan kata-kata. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas academica Stikes BHM Madiun,’’ ucap perempuan kelahiran Magetan, 23 April 1997 itu.

Lain halnya dengan Intan Ali Yustika Putri. Keinginannya untuk memadupadankan ilmu kebidanan dengan teknologi menjadi motivasi dirinya bisa meraih predikat wisudawan terbaik dari prodi D-3 Kebidanan dengan IPK 3,8. Sebab, dua bidang ilmu tersebut tidak didapatnya secara penuh ketika berada di pondok pesantren (ponpes). ‘’Kalau di lapangan, materi yang disampaikan jauh lebih mudah diingat,’’ ungkap perempuan kelahiran Bojonegoro, 6 Mei 1999 itu.

Sementara, Nurlina Kusumastuti tidak bisa menutupi kebahagiaannya sekaligus rasa haru ketika akan diwisuda. Dia bahagia karena menjadi lulusan terbaik di prodi D-3 rekam medik dengan IPK 3,76. Pun terharu lantaran setelah ini harus berpisah dengan teman kuliahnya untuk masuk dunia kerja. ‘’Yang pasti, materi pembelajaran yang saya dapat selama kuliah di Stikes BHM Madiun akan saya jadikan sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan kerja,’’ ujar wisudawati asal Bogor itu.

Ketua Stikes BHM Madiun Zaenal Abidin mengatakan, makin kompetitifnya dunia pendidikan, khususnya di bidang kesehatan, harus diimbangi dengan produk SDM yang berkualitas. Karena itu, pihaknya terus berusaha meng-upgrade perkembangan ilmu kesehatan dengan membekali para mahasiswa soft skill yang mumpuni. ‘’Sehingga, ketika masuk dunia kerja, mereka bisa bersaing dengan kompetitif. Karena di sini mereka harus lulus uji kompetensi dulu sebelum mendapat proses perizinan praktik. Itu yang dijadikan bekal mahasiswa Stikes BHM Madiun untuk terjun ke masyarakat,’’ paparnya.

Dalam menghasilkan SDM yang unggul, Stikes BHM Madiun juga menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi (PT) internasional. Antara lain, Khon Kaen University Thailand, Management and Science University Malaysia, dan University Putra Malaysia.

Kerja sama itu meliputi bidang tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Setiap tahun kami mengirimkan mahasiswa Stikes BHM Madiun untuk sharing ilmu pengetahuan. Begitu sebaliknya, mahasiswa dari tiga PT luar negeri itu datang ke Stikes BHM Madiun guna memperluas ilmu pengetahuan,’’ jelas Zaenal.

Selama ini Stikes BHM Madiun juga telah berhasil berprestasi di bidang akademik dan non-akademik. Seperti konsisten masuk tiga besar di bidang olahraga dan seni tingkat Jatim. Pun, Stikes BHM Madiun menjadi perguruan tinggi yang dipercaya Kemenristekditi memperoleh hibah dosen dan hibah kreativitas mahasiswa. ‘’Kami pernah menjadi juara pertama nasional dalam ajang perlombaan soft skill,’’ ungkap Zaenal.

Sesuai rencana, acara wisuda angkatan ke-11 Stikes BHM Madiun hari ini (28/9) di Hotel Aston akan dihadiri Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH., MM., M.Pd dan Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA. ****(her/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here