Pacitan

Status KLB Hepatitis A di Pacitan Belum Dicabut

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hingga November ini status kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pacitan belum dicabut. Selain kondisinya memang belum memungkinkan juga terdapat pertimbangan lain. ‘’Masih waspada, karena masih ada satu dua laporan penderita baru maupun kambuhan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Eko Budiono Rabu (6/11).

Eko mengungkapkan pihaknya masih menerima laporan penderita baru maupun kambuhan dari Puskesmas Ngadirojo. Sehingga, berakibat belum dicabutnya status KLB. Kemungkinan munculnya kasus baru, lanjutnya, masih bisa terjadi. Misal adanya kontak serumah. ‘’Karena hepatitis itu sifatnya endemis, artinya menahun. Yang terpenting, tidak terjadi peledakan kasus kembali,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan upaya dinkes saat ini meminimalkan jumlah penderita. Sebab, lanjutnya, proses penyembuhan hepatitis A bisa dilakukan dengan istirahat dan makan yang cukup, serta didukung obat-obatan. ‘’Kalau ditutup (dicabut, Red), nanti bantuan obat-obatan yang dibutuhkan tidak bisa dipenuhi. Sambil, menunggu lancarnya bantuan dari provinsi,’’ ungkap Eko.

Diketahui, hepatitis A di Pacitan tembus 1.110 kasus. Sementara, pedoman pencabutan KLB dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah dua kali masa inkubasi terpanjang. Masa inkubasi pertama pada 30 Juli lalu. Itu berdasarkan saat kasus benar-benar menonjol. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul penderita baru maupun kambuhan sampai sekarang ini. ‘’Kemungkinan akan dicabut bulan ini. Terbantu juga dengan sudah datangnya hujan,’’ ungkapnya.

Menurut dia, turunnya hujan juga memiliki andil besar terkait hepatitis A. Menguntungkan bagi penderitanya. Eko menjelaskan, mata rantai virus hepatitis A bakal terputus saat musim hujan. Sehingga, upaya menekan angka kasus bisa dilakukan ketika musim penghujan. ‘’Secara teori, saat musim hujan itu virus masuk ke tanah semua,’’ jelasnya. (den/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close