Madiun

Stasiun Madiun Tak Layani Tiket Jakarta-Surabaya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua hari pemberlakuan kereta api luar biasa (KLB), hanya satu penumpang naik KA dari Stasiun Besar Madiun Rabu (13/5). Hari pertama penerapan masa darurat nihil penumpang.

Manajer Humas Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko menyatakan, selama diberlakukan KLB sejak Selasa (12/5), hanya tersedia tiga rute perjalanan. Pergi-pulang (PP) Gambir-Surabaya Pasar Turi (lintas utara), Gambir-Surabaya Pasar Turi (lintas selatan), dan Bandung-Surabaya Pasar Turi. Rute lintas utara menaikturunkan penumpang di Stasiun Gambir, Cirebon, Semarang Tawang, dan Surabaya. Rute lintas selatan berhenti di Gambir, Jogjakarta, Solo, dan Surabaya. Rute Bandung Pasar Turi berhenti  di Bandung, Jogjakarta, Madiun, dan Surabaya. ‘’Dari kami hanya melayani relasi Bandung-Surabaya. Tidak melayani tiket ke Jakarta-Surabaya,’’ ungkapnya.

Tiket KLB dapat dibeli di loket stasiun atau dipesan tujuh hari sebelum keberangkatan. Pun, pemberangkatan by name, tak bisa diwakilkan. Pembelinya pun harus melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. ‘’Pemesanan tiketnya harus dilakukan di stasiun pemberangkatan,’’ ujarnya.

Kemarin PT KAI Daop VII Madiun melangsungkan simulasi penanganan pasien Covid-19. Guna memantapkan kesiapsiagaan petugas di Stasiun Besar Madiun. Simulasi itu menskenariokan proses evakuasi saat boarding maupun penanganan kegawatdaruratan dalam perjalanan kereta. ‘’Supaya petugas kami lebih siap dan tidak panik saat menghadapi penumpang dengan gejala Covid-19,’’ tuturnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close