Stasiun Barat Berganti Nama Jadi Stasiun Magetan Per 1 Desember 2019

366
MEGAH: Per 1 Desember mendatang nama Stasiun Barat berganti menjadi Stasiun Magetan.

MAGETAN – Usulan perubahan nama Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan terwujud. Kalau tidak ada hal yang mendesak, nama stasiun di Desa Tebon, Kecamatan Barat, itu resmi berganti pada 1 Desember 2019. ‘’Daop 7 Madiun sudah setuju. Per 1 Desember nanti akan dibuka Stasiun Magetan,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto Minggu (21/7).

Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto– mengungkapkan, usulan perubahan nama itu diajukan pada awal 2019. Tepatnya setelah Stasiun Barat terdampak pembangunan double track. ‘’Satu per satu akan kami usulkan untuk eksistensi Magetan,’’ ungkapnya.

Perubahan nama stasiun itu merupakan bagian dari salah satu usaha pemkab untuk mengenalkan Magetan ke publik. Upaya lainnya adalah berencana membangun jalan baru dari sisi barat stasiun. Saat ini, akses menuju Stasiun Barat hanya dari sisi utara.

Namun demikian, usaha itu terkendala status lahan. Karena masih terdapat dua rumah warga yang berdiri tepat di depan Stasiun Barat. Untuk itu, Kang Woto mempertimbangkan dilakukan relokasi dan pembebasan lahan. Tapi, prosesnya dijalankan bertahap. Tentunya dengan mengedepankan sikap persuasif. ‘’Kalau memungkinkan buka jalan baru. Tapi kalau tidak, ya tetap saja tidak apa-apa,’’ ujarnya.

Bentuk upaya lainnya untuk meningkatkan traffic kunjungan ke Magetan adalah mengusulkan kembali penambahan jadwal perjalanan kereta api (KA) eksekutif. Karena selama ini Stasiun Barat hanya menjadi pemberhentian KA Kahuripan, Brantas, dan Sri Tanjung kelas ekonomi. ‘’Penambahan kereta ini akan dipertimbangkan. Rute-rute pendek akan kami usahakan sebisa mungkin ditambah,’’ katanya. (bel/c1/her)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here