Sri Wahyuni Kagumi Produksi Tape dan Batik Paringan

105

PONOROGO – Ibu harus mampu berdaya demi keluarga yang lebih sejahtera. Bagi Ketua TP PKK Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni, banyak cara yang bisa ditempuh untuk bisa mencapai hal itu. Contoh di Paringan, Jenangan. Ibu-ibu setempat mencoba berdaya dengan membuat tape dan membatik. Bahkan, produk tape yang dinamai Tape Madu Paringan itu telah go international.

‘’Di Paringan, produk unggulannya sudah menembus pasar internasional. Kami akan terus dorong untuk berkembang. Bukan tidak mungkin sampai ke pasar eropa,’’ kata Wahyuni saat mengunjungi TP PKK Paringan kemarin (20/3).

Perempuan yang akrab disapa Bu Ipong itu dibuat kagum dengan produk tape buatan ibu-ibu PKK Paringan. Saking manisnya, diberi nama tape madu. Hebatnya, produk unggulan Paringan itu mampu menembus pasar Hong Kong dan Taiwan. Pekerja Migran Indonesia (PMI), kata Wahyuni, memegang andil besar akan pemasaran ke luar negeri. ‘’Hong Kong dan Taiwan sudah. PMI Ponorogo juga banyak yang bekerja di Arab Saudi, sangat potensial jika PMI di sana bisa ikut membantu memasarkan tape madu ini,’’ ujarnya.

Selain tape madu, ibu-ibu PKK Paringan juga membuat produk kuliner lain seperti beragam keripik. Menurut Wahyuni, rasanya pun enak. Dia berharap, produk kuliner yang ada dapat terus dikembangkan. Baik dari segi cita rasa hingga kemasan dan pemasarannya.

Tak hanya tape dan keripik, ibu-ibu PKK Paringan juga berinisiatif membatik. Wahyuni mengapresiasi hal itu. Untuk bisa mengembangkan batik Paringan agar lebih berkualitas dan mempunyai daya saing dengan produk batik lain, pemkab siap mendukung. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan membatik seperti yang digelar kemarin. Pun tidak hanya pelatihan, pemkab juga akan mendukung pengembangan batik Paringan melalui promosi hingga penjualan. ‘’Potensi yang ada di desa bisa menjadi inspirasi motif batik,’’ tuturnya.

Menurut Wahyuni, inisiatif ibu-ibu PKK Paringan laik diapresiasi. Dia pun mengajak agar seluruh ibu di berbagai desa berkreasi dan berinovasi seperti di Paringan. Karena lewat cara-cara itulah, keluarga bisa lebih berdaya. Dan akhirnya, bisa mengangkat kesejahteraan keluarga. ‘’Harapan kami, apa yang sudah dikreasikan ini tidak berhenti sampai di sini. Harus terus dikembangkan. Pemkab siap mendukung,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here