Srambang Park Terbaik Nasional, Cerita Hariyanto Owner Hargo Dumilah Jawab Tantangan

151
SINERGI: Kepala Disparpora Rahmad Didik Purwanto (paling kanan), bersama owner Hargo Dumilah Hariyanto (tengah) saat berada di objek wisata baru Suwono Indah Park.

NGAWI – CV Hargo Dumilah hadir di tengah masyarakat Ngawi untuk menjawab tantangan. Dimana sebenarnya Ngawi memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berlimpah. Hal itu akan lebih berarti bila potensi tersebut benar-benar digali dan dikembangkan. Salah satu potensi sumber daya alam itu adalah lokasi sebagian dari wilayah Ngawi yang berada di lereng gunung Lawu bagian Utara yang notabene memiliki banyak sumber air melimpah. Beberapa sumber air tersebut ada di wilayah Ngedro, Trongol, Ngepen, Sumber Nogo, Karanggupito.

Tantangan pertama kami bangun saluran pipa air sejauh 25 kilometer dan disalurkan ke lokasi wisata kolam renang Hargo Dumilah. Dengan kualitas air yang bagus ini menjadi nilai lebih dari Wisata Hargo Dumilah. Sirkulasi air secara terus menerus tanpa sistem daur ulang membuanya tetap jernih, bersih dan segar. Itulah mengapa kolam renang Hargo Dumilah banyak diminati masyarakat.

Beberapa waktu kemudian setelah semakin banyak pengunjung baik para wisatawan lokal Ngawi maupun dari sejumlah daerah lainnya kami mengembangkan potensi kuliner. Di Ngawi potensi perikanan nyatanya masih kurang maksimal. Sebagian besar para petani ikan di Ngawi nyatanya masih belum mampu memenuhi kebutuhan kuliner untuk makanan Ikan. Oleh karena itu kami harus  membeli dari luar daerah. Di antaranya dari waduk Kedung Ombo Sragen, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo untuk menyuplai kebutuhan tersebut khususnya untuk ikan nila dan gurame.

Tak berhenti pada pengembangan Hargo Dumilah. Beberapa waktu kemudian kami juga mengembangkan wisata alam pegunungan dari tempat wisata yang sudah ada yaitu air terjun Srambang. Pun demikian kami lebih memaksimalkan semua potensi yang ada di sekitarnya sekaligus mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Srambang Park yang kini kami kelola nyatanya juga menjadi salah satu jujugan wisata populer. Sebelumnya Srambang merupakan tempat wisata yang cukup dikenal masyarakat Ngawi.

Pun dulu kondisinya masih jauh dari layak. Sempat terbengkalai lama dan jarang disambangi wisatawan. Kondisi tersebut membuat kami tertantang untuk merubah wajah Srambang menjadi lebih cantik. Untuk mencapai itu sebelumnya kami melakukan survei dan analisa untuk mengkaji hal apa saja yang bisa dilakukan agar Srambang layak menjadi jujugan wisata daerah.

Setelah tahu Srambang masuk wilayah kerja Perhutani KPH Lawu Ds kami terus melakukan pendekatan. Kami meyakinkan pihak KPH Lawu Ds agar pengelolaan Srambang bisa kami maksimalkan. Nyatanya upaya tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam hitungan angka atau rupiah pada tahun 2018 lalu kami bisa memberikan sebagian keuntungan ke Perhutani hapir 600 juta dengan omset 1,5 milyar. Kemudian untuk tahun 2019 ini kami proyeksikan akan meningkat 200 persen sebab animo masyarakat semakin banyak.

Setelah Srambang Park tantangan berikutnya kami lakukan untuk mengelola wisata alam yang tak kalah indahnya di wilayah Kecamatan Ngrambe. Tepatnya di kawasan air terjun Desa Hargomulyo atau yang dikenal dengan air terjun Suwono. Dari itu kami pelajari dan menganalisa terkait pengembangan wisata. Kami yakinkan lagi Perhutani dengan melakukan perjanjian kerjasama dalam pengelolaan tersebut. Tahun ini perjanjian itu sudah ditandatangani. Sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas dilakukan bertahap. Keberadaan lokasi wisata tersebut  kini lebih baik. Nyatanya saat ini pengunjung semakin bertambah. Kami yakin ke depan tempat tersebut bisa menjadi salah satu jujugan wisata populer.

Selain itu di wilayah Kota, Kami juga mengajukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi untuk mengelola kafe Teh Raja. Setelah disetujui segera melakukan penataan taman cafe teh raja. Alhamdulillah kini lebih produktif dan sudah berjalan selama tiga tahun.

Tantangan dalam bidang pertanian juga kami lakukan di wilayah Dusun Katikan. Wilayah tersebut sebenarnya optimal untuk dilakukan pengembangan potensi sektor tersebut. Kini kami sudah mengembangkan untuk melakukan penanaman padi dan sayuran organik. Selain itu juga untuk pembibitan tanaman hias. Untuk pembibitan bunga, tanaman hias dan pembuatan taman kami juga mendirikan CV. Maharani Garden.

Dari yang telah kami lakukan alhamdulillah bisa menjadi kebanggaan Ngawi. Di antaranya Srambang Park dan Hargo Dumilah Ngawi kini sudah menjadi wisata jujukan bagi wisatawan berbagai daerah.  Bahkan kini banyak berbagai komunitas yang datang untuk melakukan studi banding terkait pengembangan wisata alam.

Saat ini Srambang Park juga telah mendapat penghargaan Brand Canopy yang merupakan penghargaan wisata tingkat nasional dengan tingkat kebersihan nomor satu. Tahun ini Srambang Park bakal mewakili Ngawi dalam lomba wisata tingkat Jawa Timur.

Perhatian pemkab kepada wisata potensial juga sangat baik. Saat ini sejumlah perbaikan baik infrastruktur sudah dibangun. Kami berharap kedepan jalur lintas selatan yaitu Ngrayudan, Karanggupito, Girimulyo, Hargomulyo bisa tersambung.  Selain itu dari sisi perizinan kami rasakan sudah sangat mudah dan tidak memakan biaya.

Di usia Ngawi yang sudah 661 tahun ini kami berharap semakin banyak potensi yang bisa digali agar Ngawi lebih maju dan makmur. Semakin banyak sumber daya manusia yang mumpuni dan bersaing di tingkat global. Ngawi semakin menjadi kebanggaan atas kualitas SDM nya yang unggul. (*/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here