SR: KMFR Kenalkan Kota Madiun secara Nasional

134

MADIUN – Janji penyelenggara Karismatik Madiun Fun Run (KMFR) 2018 untuk menyajikan race yang aman dan nyaman bagi runners kemarin diwujudkan. Trek lomba di semua kategori terjaga steril. Cuaca pagi yang menyengat -mencapai 32 derajat Celsius- diantisipasi dengan water station yang melimpah.

Dari 2.000 peserta yang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia, 95 persen berhasil menjadi finisher. Pujian kepada Radar Madiun dan PASI sebagai race management pun berdatangan dari para peserta. ’’Event ini tidak hanya memperkenalkan Kota Madiun secara nasional, tapi juga memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,’’ kata Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) kemarin (9/12).

Selanjutnya, dia berharap penyelenggaraan ini bisa menjadi event tahunan. Selain itu, pesertanya semakin bertambah dari berbagai daerah. Yang jelas, SR sangat antusias melihat peserta, termasuk para pelajar yang bersemangat mengikuti lari 5K tersebut. ’’Tentu saja ini menjadi bagian sosialisasi bagi pelajar yang mengarah pada prestasi (olahraga, Red),’’ ujarnya.

Fitri Ismi, runner dari Surabaya sekaligus guest star KMFR 2018, mengatakan bahwa event lari yang digelar Jawa Pos Radar Madiun melebihi ekspektasinya.  ‘’Antusias peserta sangat keren banget. Rutenya juga enak banget. Jalurnya juga steril, nggak macet,’’ kata Ismi yang juga berprofesi sebagai dosen itu.

Ismi yang pernah beberapa kali mengikuti event lari berskala nasional itu tak luput memberikan masukan. Terutama pada pengaplikasian water station (WS). ‘’Kalau bisa WS-nya pakai botol kecil saja. Tapi, secara overall (penyelenggaraannya) bagus banget (well-organized, Red),’’ ujar perempuan 42 tahun itu.

KMFR 2018 melombakan tiga kategori. Mulai pelajar, PNS, hingga umum. Peserta dilepas pada pukul 06.30 oleh Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Didik Yulianto, dan perwakilan sponsor. Saat finis, medali langsung dikalungkan kepada peserta. ’’Itu bentuk penghargaan panitia kepada para finisher,’’ kata Project Officer Karismatik Madiun Fun Run Agus Setyo.

Pelari asal Magelang, Jateng, Waliyanti, memenangi kategori umum putri dengan catatan waktu 22 menit 39 detik. Lalu, di kategori putra, pelari asal Blora, Jateng, Ari Swandana, menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 18 menit 4 detik.

Bahkan, Ari pun memuji penyelenggaraan event kemarin. Dia menyatakan akan kembali lagi ke Kota Madiun tahun depan bila Karismatik Madiun Fun Run kembali digelar. ’’Tentunya dengan rute yang berbeda,’’ ujarnya.

Sementara itu, dominasi pelari luar daerah juga terjadi pada kategori pelajar. Pelari Afitria Kurniawati menjadi yang tercepat di kategori pelajar putri. Siswi asal SMPN 2 Ponorogo itu berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 24 menit 27 detik. Sedangkan, di kategori pelajar putra, Kunala K.H. asal SMA Srengat Blitar mampu menempuh jarak 5K tercepat dengan torehan waktu 19 menit 44 detik.

Sedangkan di kategori PNS putra, Purwo Yuli A. dari BMKG, menjadi finisher tercepat dengan catatan waktu 26 menit 1 detik. Disusul Jumani dari Polres Madiun yang mampu finis dengan waktu 44 menit 47 detik untuk kategori PNS putri.

Sebelum pengalungan medali juara bagi personal best runner, beberapa program hiburan juga disajikan panitia untuk memberi semangat para pelari. Salah satunya adalah kuis berhadiah yang dibawakan oleh Dewo Pratomo. MC asal Surabaya itu berhasil mengocok perut para runner dengan banyolannya yang khas. ‘’Saya berharap event tersebut bisa diteruskan dengan kemasan yang lebih meriah di tahun berikutnya. Ini event yang luar biasa, pihak panitia juga profesional,’’ ungkap Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here